Mengingatmu


“Hari ini, Tuhan memberikanku kesempatan untuk menuliskan semua tentangmu. Meski Kehendak-Nya telah meredamkan segala ambisi, saat kunyatakan untuk menerima kedatangan cinta dan membuka hatiku. Kita tak perlu resah, karena aku yakin, tidak ada yang salah dengan apa yang pernah kita rasakan, sebab setiap peristiwa merupakan bagian dari puing kenangan yang akan terlewatkan.” Namamu begitu indah, […]

Mengingatmu


Tuhan, entah kepada siapa bunga melati putih–lambang kebeningan cinta ini kupersembahkan. Mencintai setiap yang hadir dalam hidupku seakan seperti aku tengah mencoba untuk membirukan senja yang berwarna merah. Aku selalu berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah. Aku tidak ingin menjadi Majnun yang mengejar cinta Layla– cinta penuh pengorbanan nun tragis yang […]

Mengingatmu


Jiwaku seperti melayang tak berdaya—ketika harus memutar ulang memori cinta diantara kita—karena aku harus berusaha mengumpulkan keping kenangan yang masih utuh dalam ingatan, yang kemudian kujabarkan dalam barisan tulisan-tulisanku ini. Tak tahu, sudah berapa purnama kulewatkan dengan kehampaan dan airmata kehilangan. Kau pasti mengerti—bahwa purnama itu saksi atas kerinduan kita. Kerinduan yang begitu menggebu-gebu, yang […]

Mengingatmu


Dulu, jika aku merindukan seseorang yang kucintai–biasanya aku membuka jendela kamar lalu melihat rembulan yang berada tepat di atasnya. Aku pun tersenyum dan berucap ; “Seandainya saja malam ini aku berada di sampingmu, niscaya aku akan memelukmu dan tak akan pernah kulepas pelukan itu, hingga datang pagi yang memberikan kita obor penyalaan pada secuil impian […]

Mengingatmu


Semua tentangmu, tak ada lagi kisah yang melekat di penjuru sarafku–saat darah nyaris tercecer dan hampir menggantikan bercak ingatan, satu-satunya hal yang tersisa adalah cinta. Tentu bukan sembarang cinta. Cintaku penuh kerinduan, lembut nun bijak. Suatu saat nanti, ketika tak ada lagi bising takdir yang mengancamku, menakut-nakutiku akan agungnya sebuah perpisahan, aku akan datang menemuimu […]

Mengingatmu


Lihatlah sayup mataku ini, kau masih akan menemui redup cinta kita–cinta yang pernah kita miliki bersama, namun kandas jua. Hey, apa kabarmu setelah lama menghilang begitu saja? Kau lupa bagaimana dulu memulai perjalanan itu bersamaku, prosesnya seperti tengah memetik bunga melati lalu mencium harumnya. Namun, kini aku seperti dipaksa memecah sebuah misteri, di mana kepergianmu […]

Mengingatmu


Aku masih mencintaimu–meski wujudmu tinggal bayang semu yang masih merajai pikiranku. Oh Tuhan, aku merindukan kota tua itu, kota di mana aku pernah menikmati arti sebuah rasa sejiwa. Di atas sana, di bukit-bukit yang dipenuhi aroma cengkeh, ada bau cukup menyengat, tetapi udara di sana masih menyegarkan lubang paru-paruku. Kau berjalan tepat di sampingku, bahkan […]


Ini tidak biasa bagiku! Aku tidak percaya dan baru kali ini kau bilang aku tidak gentel. Seandainya saja kau bisa menelusuri setiap jejak rasa dan asa di dalam hatiku. Bukankah aku begitu mencintaimu, kurengguk melati-melati itu dan memberimu harumnya. Percayalah, aku tidak akan pernah melepasmu, karena aku terlanjur mencintaimu– dan cinta ini kian tumbuh subur […]

Mengingatmu


Menulis adalah sebuah kesempatan hebat dan luarbiasa. Menulis membuat saya mengerti, merenung, dan berpikir akan arti dari memberi dan berbagi inspirasi. Menulis bukan semata-mata berpaut kepada materi, sisi lain yang lebih penting adalah keterbukaan diri dan rendah hati. Menulis mengantarkan kepribadian saya menuju penciptaan yang sebenarnya. Saya tak tahu, sudah berapa banyak kata, kalimat yang […]

Mengingatmu


Dan malam ini semakin sunyi, karena jejak cinta kita sepertinya sudah benar-benar pudar. Saat kau bersamaku, kau pernah bilang, jika aku merindukanmu di kejauhan sana, tengoklah bentuk bulan sabit diperedarannya, sebab bayang-bayangmu seolah bercengkrama dengan hangat saat itu, dan membuatku berada pada kepongahan, tergusar di alam mimpi dan imajinasi. Kau menjanjikan untuk membayar dahaga rinduku–saat […]