Aku Memang Mencintaimu, tapi CUkup dari Sini


Mencintai…
Uraian rasa tak terbaca
Terangkum tak menjelaskan alasan kenapa
Biarkan saja yang kekal tak berbatas waktu
Karena yang ku pahami hanya sedikit kenangan
Mencintaimu lewat detak tak bernada
Hanya membaca lekuk letak kata-katamu
Untaian pena pun tinta tiba-tiba menghias di relung kalbu
Jelas-jelas tertera cinta demi namamu
Mungkin aku terlalu berharap pada hal itu
Tapi sebaliknya, aku masih belum ingin terlampau jauh
Biar saja aku mencintaimu lewat jendela hati
Lewat kata-kata yang bibir tak akan mengucap
Lewat rasa kagum yang senyumpun tak akan terlihat
Lewat sini, sisi hati yang lain
Lalu, jika cinta itu terus terang
Aku takkan menyatakan dalam beberapa pesan
Nian rumit pertemuan kita, aku tak mau menambah
Genangan rasa itu tetap menempati keputusan akhir
Ganda cinta dalam tiap haluan yang ada
Aku memang mencintaimu
Tapi cukup dari sini…

Iklan