Pengaruh Budaya Barat


Assalamualaikum wr wb

Bismillahirrohmanirrohim, Alhamdulillahi robbil alamin, wassholatu wassalamu ‘ala rosulillah wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in, amma ba’du

Hadrotil kirom, para alim ulama’ yang kami ta’ati fatwa-fatwanya

Yang terhormat, asatidz wal ustadzah selaku dewan juri

Dan tak lupa, rekan-rekan santri yang dirahmati oleh Allah

 

Tiada kata yang pantas kita lantunkan, melainkan selaksa puja dan samudra syukur kepada sang sutradara alam semesta, Allah swt.

Sholawat bermahkotakan salam semoga tetap semerbak harum ke haribaan sang revolusioner akbar, baginda Rasulullah SAW.

Hadirin hadirat rahimakumullah,

Festival kali ini dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2016. Yang mana pada bulan ini, adalah bulan kemerdekaan Indonesia, tanah air kita tercinta. Betul? Semoga semakin berganti tahun, Indonesia semakin maju dan kuat. Aamiin,

Tapi mbak, ngenesnya tahun berganti tahun, peradaban dunia, khususnya Indonesia kita ini semakin maju dalam teknologinya, fashionnya, gaya hidupnya, dan lain-lain. Kebanyakan malah mempengaruhi rakyat Indonesia dalam sisi negatifnya. Bagaimana tidak? Mulai dari media social sampai gaya pakaiannya yang ala you can see alias minim and ngafret, ada dimana-mana. Nggeh nopo nggeh?  (NGGEEEEEH)

Lah inilah yang akan kita bahas malam ini. PENGARUH BUDAYA BARAT. Ada beberapa poin penting yang sudah mempengaruhi kita rakyat Indonesia.

 

Yang pertama Makanan

Jaman e mbahku loh mbak, maem enak iku jare mbote, pogong, telo. Gak jarang loh orang tua yang sekarang masih hidup bilang bahwa makanan zaman sekarang aneh-aneh, banyak rasa dan gaya, kalo dulu aja makan tewol wes uenaaak. Nggeh nopo nggeh? Lah sekarang bayangkan, berger ada, spageti ada, hot dog ada, mcnuttes ada, muffin ada, steak ada, semuanya pun ada. Marimas ada, pepsi ada, sprite ada, fanta ada, big cola ada, masih banyak lagi… (logat angkel muto).

Mbak – mbak … Kemajuan boleh, tapi kadang yang kita tidak tahu adalah, apakah bahan yang digunakan itu semua halal? Apakah dagingnya disembelih atas nama Allah? Apakah dagingnya dicuci dulu? APAKAH yang dipakai bukan daging babi?

Makanya pemirsa, kita harus bisa pilih memilih yang mana bagus untuk kesehatan jasmani dan rohani kita. SETUJU?

 

Mbak-mbak lan pak-pak ingkang kawulo hormati

Poin Yang kedua adalah Pakaian dan mode

Bisa dilihat toh mulai dari pakaian anak kecil sampek pakean ibu-ibu yang umurnya tidak muda lagi, sangat beragam. Dari yang artis sampek anaknya buruh tani, celananya pendek, kaosnya ketat, parahnya, mbak-mbak artis banyak yang suka memakai baju yang depan ditutup, yang belakang bolong. Ada nggak? (ADAAAA) sak ngerti kulo mbak, lek gegere bolong iku jenenge nopo? (sundel bolong). Naudzubillahi min…. (dzalik.).

Makanya mbak, makanya pak, ayuk sayak an seng bener, ayuk nutup aurot rapet-rapet, ben mboten menimbulkan hal-hal seng mboten pantes, ben mboten dilaknat gusti Allah. SETUJU?

Poin Yang ketiga yaitu Kesenangan

Nah ini lagi yang paling paling berbahaya. Kesenangan yang berupa Android, internet, game, film, konser musik, daaan lain-lain. Mulai dari facebook, twitter, instagram daaan masih seabrek lagi.kalo kita gak pandai-pandai cari mana yang haq dan mana yang bathil, mengikuti arus zaman bisa membuat kita tenggelam loh. Leres nggeh pak?

Pun katah sanget contoh e ten tivi. kados lare sekolah ilang diculik gara-gara janjian dugi facebook. Bener nopo bener?

Makanya mbak, seneng boleh, asal pikiran dan hati tetap dipakai. Dipikir, diresapi dan jangan sampai tergelincir pada hal-hal yang kurang bermanfaat. SETUJU?

 

Dalam Qur’an surat Albaqoroh ayat 120 disebutkan bahwa Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akab berhenti menggoda iman kita sampai kita mengikuti agama mereka. Apapun caranya. Disebutkan pula bahwa, kalau sampai kita mengikuti mereka, sedangkan kita sudah tau akibatnya, maka Allah tidaklah menjadi penolong dan pelindung kita. Naudzuuuu….. (billah)

Rekan-rekan santri yang berbahagia,

Monggo sareng-sareng berpegang teguh kepada Agama Allah, yakni Agama Islam. Agar budaya barat yang mengerikan tidak melekat erat pada kita, khususnya para santri shoirothul fuqoha’. Aaminn, aamiin ya robbal ‘alamin.

Sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirul kalam, ihdinasshirothol mustaqim, tsummassalamu’alaikum wr. Wb.