Soal + Jawaban; Filsafat


Pertanyaan

  1. Apa pengertian ilmu filsafat dan bagaimana cara dan ciri berpikir secara filsafat?
  2. Sebutkan periodeisasi filsafat dan terangkan pemetaanya!
  3. Bagaimana pandangan filsafat terhadap manusia, ruh dan jiwa serta Tuhan?
  4. Apakah kebenaran itu? sebutkan sumber-sumber kebenaran dari manusia dan sebutkan kenisbian kebenaran dari manusia itu!
  5. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara ilmu pengetahuan, filsafat dan agama!

JAWABAN NO. 1

PENGERTIAN FILSAFAT

 

Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.

Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan.

Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Pengertian filsafat menurut para tokoh :

  1. Pengertian filsafat menurut  Harun Nasutionfilsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan
  2. MenurutPlato ( 427-347 SM) filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada
  3. Aristoteles(384-322 SM) yang merupakan murid Plato menyatakan filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda.
  4. Marcus Tullius Cicero(106 – 43 SM)  mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha untuk mencapainya.

Al Farabi (wafat 950 M) filsuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan  menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.

 

===

CIRI BERFIKIR FILSAFAT

 

Berfilsafatitu berpikir, tapi tidak semuanya itu berfikirdikatakan berfilsafat. Berpikirnonfilsafati dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Berfikir tradisional
  2. Berfrikir ilmiah

Berfikir tradisional, yaitu berfikirtanpa mendasarkan pada aturan-aturan berfikir ilmiah.Artinya berfikir yanghanya mendasarkan pada tradisi atau kebiasaan yang sudah berlaku sejak nenekmoyang, sehingga merupakan warisan lama.

Sedangkanyang dimaksud berfikir ilmiah, berfikir yang memakai dasar-dasar /aturan-aturan pemikiran ilmiah, yang diantaranya:

  1. Metodis
  2. Sistematis
  3. Obyektif
  4. Umum

Berfilsafattermasuk dalam berfikir namun berfilsafat tidak identik dengan berfikir.Sehingga, tidak semua orang yang berfikir itu mesti berfilsafat, dan bisadipastikan bahwa semua orang yang berfilsafat itu pasti berfikir.

Oleh karenaitu ada beberapa ciri berfikir secara filsafat, seperti yang diungkapkan dalambuku metodologi penelitian filsafat,antara lain adalah:

  1. Metodis

Menggunakan metode, cara, jalan yang lazimdigunakan oleh para filsuf dalam proses berfikir filsafati.

  1. Sistematis

Dalam berfikir, masing-masing unsur salingberkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan, sehingga dapattersusun suatu pola pemikiran yang filosofis.

  1. Koheren

Dalam berfikir unsur-unsurnya tidak bolehmengandung uraian yang bertentangan satu sama lain namun juga memuat uraianyang logis.

  1. Rasional

Harus mendasarkan pada kaidah berfikir yangbenar (logis).

  1. Komprehensif

Berfikir secara menyeluruh, artinya melihatobjek tidak hanya dari satu sisi / sudut pandang, melainkan secaramultidimensional.

Disinilah perlunya filsafat dan ilmupengtahuan saling menyapa dan menjenguk.

  1. Radikal

Berfikir secara mendalam, sampai akar yangpaling ujung, artinya sampai menyentuh akar persoalannya, esensinya.

  1. Universal

Muatan kebenarannya sampai tingkat umumuniversal, mengarah pada pandangan dunia, mengarah pada realitas hidup danrealitas kehidupan umat manusia secara keseluruhan.

 

Orang yang berpikir filsafat paling tidak harus mengindahkan ciri-ciri berpikir sebagai berikut:

  1. Berpikir filsafat Radikal. Yaitu berpikir sampai keakar-akarnya, sampai pada hakekat atau sustansi, esensi yang dipikirkan. Sifat filsafat adalah radikal atau mendasar, bukan sekedar mengetahui mengapa sesuatu menjadi demikian, melainkan apa sebenarnya sesuatu itu, apa maknanya.
  2. Berpikir filsafat Universal. Yaitu berpikir kefilsafatan sebagaimana pengalaman umumnya.

Misalnya melakukan penalaran dengan menggunakan rasio atau empirisnya, bukan menggunakan intuisinya.Sebab, orang yang dapat memperoleh kebenaran dengan menggunakan intuisinya tidaklah umum di dunia ini.Hanya orang tertentu saja.

  1. Berpikir filsafat Konseptual. Yaitu dapat berpikir melampaui batas pengalaman sehari-hari manusia, sehingga menghasilkan pemikiran baru yang terkonsep.
  2. Berpikir filsafat Koheren dan Konsisten. Yaitu berpikir kefilsafatan harus sesuai dengan kaedah berpikir (logis) pada umumnya dan adanya saling kait-mait antara satu konsep dengan konsep lainnya.
  3. Berpikir filsafat Sistematis. Yaitu dalam berpikir kefilsafatan antara satu konsep dengan konsep yang lain memiliki keterkaitan berdasarkan azas keteraturan untuk mengarah suatu tujuan tertentu.
  4. Berpikir filsafat Komprehensif.Yaitu dalam berpikir filsafat, hal, bagian, atau detail-detail yang dibicarakan harus mencakup secara menyeluruh sehingga tidak ada lagi bagian-bagian yang tersisa ataupun yang berada diluarnya.
  5. Berpikir filsafat Bebas.Yaitu dalam berpikir kefilsafatan tidak ditentukan, dipengaruhi, atau intervensi oleh pengalaman sejarah ataupun pemikiran-pemikiran yang sebelumnya, nilai-nilai kehidupan social budaya, adat istiadat, maupun religious.
  6. Berpikir filsafat Bertanggungjawab.Yaitu dalam berpikir kefilsafatan harus bertanggungjawab terutama terhadap hati nurani dan kehidupan sosial.

 

Berikutinibeberapaciri-cirimanusia yang berpikirfilosofi:

  1. Artinya, Pemikiran yang luas karena tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satusudutpandangtertentu.Pemikirankefilsafataninginmengetahuihubunganantarailmu yang satudenganilmu – ilmu yang lain, hubunganilmudan moral, senidantujuanhidup.

 

  1. Seorangfilosoftidakpercayabegitusajakebenaranilmu yang diperolehnya.Iaselaluragudanmempertanyakannya; Mengapailmudapatdisebutbenar?,Bagaimana proses penilaianberdasarkankriteriatersebutdilakukan?, Apakahkriteriaitusendiribenar? Lalu benar itu sendiri apa? Sepertisebuahlingkarandanpertanyaan-pertanyaan pun selalumunculsecarabergantian.Artinya, pemikiran yang dalamsampaikepadahasil yang fundamental atauesensialobyek yang dipelajarinyasehinggadapatdijadikandasarberpijakbagisegenapnilaidankeilmuan.Jadi, tidakhanyaberhentipadaperiferis (kulitnya) saja, tetapisampaitembuskekedalamannya.

 

  1. Seorangfilosofmelakukanspekulasiterhadapkebenaran.Sifatspekulatifitu pula seorangfilosofterusmelakukanujicobalalumelahirkansebuahpengetahuandandapatmenjawabpertanyaanterhadapkebenaran yang dipercayainya.

 

  1. Dalammengemukakanjawabanterhadapsuatumasalah, parafilsufmemakaipendapat-pendapatsebagaiwujuddari proses befilsafat. Pendapat-pendapatituharussalingberhubungansecarateraturdanterkandungmaksuddantujuantertentu.

 

  1. Berpikirdenganpemikiran yang bertanggungjawab.Pertanggungjawaban yang pertamaadalahterhadaphatinuraninyasendiri. Seorangfilsufseolah-olahmendapatpanggilanuntukmembiarkanpikirannyamenjelajahikenyataan.Namun, faseberikutnyaadalahbagaimanaiamerumuskanpikiran-pikirannyaitu agar dapatdikomunikasikanpada orang lain sertadipertanggungjawabkan.

 

  1. Artinya, berfikirsesuaidengankaidah-kaidah berfikir dantidak mengandung kontradiksiataudapat pula diartikandenganberfikirsecararuntut.

 

 

CARA BERFIKIR FILSAFAT

. Cara berfikir filsafati adalah dengan menggunakanlogika, karena logika dapat menjadi sarana untuk berpikir sistematis, valid dandapat dipertanggung jawabkan. Dengan menggunkan logika kita juga bisa menarikkesimpulan  dari suatu analisis denganbenar. Metode yang digunakan untuk dapat berfikir secara logis ada dua, yaituanalisa dan sintesa. Sedangakan cara penarikan kesimpulan dengan logika ada duamacam, yaitu:

  1. Logikainduktif, yaitu penarikan kesimpulan yang bersifatumum dari berbagai kasus yangbersifat khusus.
  2. Logikadeduktif adalah cara berpikir dimana penarikankesimpulan yang bersifat khusus dari kasus yang bersifat umum.

 

Para filsufdikenaltelahbanyakmenyumbangkanmetodeberfikirfilsafati, dalamprosesmencarikebenaran.Merekamampumenyumbangkankonsepsipemikiranunntukmenngungkapmisterikehidupanmanusia.Bahkantidak hanyamanusia yang menjadiobjekpemikiran,tetapimeliputisegala yang adadanmungkinada. (tuhan, alam semesta, manusia). Polapemikirandalammetodeberfikir (berfilsafat)berawaldarititikpangkal dan dasar kepastian, seperti logika konsepsional dan intuisi, seperti penalaran (induktif) danpenalaran (deduktif).

Beberpametodeberfikir (berfilsafat) yang telahdirumuskanoleh Dr. Anton Bakker dalambukuyangberjudulmetode-metodefilsafatantaralaindijelaskansebagaiberikut:

  1. MetodeIntuitif (Plotinus dan Henri Bergson)
  2. MetodeSkolastik (Thomas Aquinas 1225-1247)
  3. MetodeGeometris (Rene Descartes 1596-1650)
  4. MetodeEksperimental (David Hume)
  5. MetodeKritis-Transendental (Immanuel Kant 1724-1804)
  6. MetodeDialektis (G.W.F. Hegel 1770-1831)
  7. MetodeFenomenologis (Edmund Husserl 1859-1938)

 

Metodedanfilsafatmempunyaihubunganerat, karenasecaratidaklangsungfilsafatmembutuhkanmetodeuntukmempermudahdalamberfilsafat.Untukmempelajarifilsafatadatigamacammetode: 1) metodesistematis, 2) metodehistoris, dan 3) metodekritismenggunakanfilsafat/pemikiran lain.

Menggunakanmetodesistematis, berartiseseorangmenghadapidanmempelajarikaryafilsafat.Misalnyamula-mulaiamenghadapiteoripengetahuan yang terdiriatasbeberapacabangfilsafat, setelahituiamempelajariteorihakikat yang merupakancabang lain. Kemudianiamempelajariteorinilaiataufilsafattatkalamembahassetiapcabangataucabangitu, aliran-aliranakanterbahas. Denganbelajarfilsafatmelaluimetodeiniperhatiannyaterpusatpadaisifilsafat, bukanpadatokohatau pun periode.

Adapunmetodehistorisdigunakanapabilaseseorangmempelajarifilsafatdengancaramengikutisejarah, terutamasejarahpemikiran. Metodeinidapatdilakukandenganmembicarakantokoh demi tokohmenurutkedudukannyadalamsejarah, misalnyadimulaidarimembicarakanfilsafat Thales besertariwayathidupnya, pokokajarannyadalamteoripengetahuan, teorihakikat, maupundalamteorinilai.Lantassetelahmengetahui Thales darimulaipemikiranya, dilanjutkanlagimembicarakantokohselanjutnya, misalnyaHeraklitus, Pramendes, Sokrates, Demokritus, Plato, dantokoh-tokohlainnya.

Metodekritisdigunakanoleh orang yang mempelajarifilsafattingkatintensif.Penggunametodeiniharuslahsedikit-banyaktelahmemilikipengetahuanfilsafat, langkahpertamadenganmemahamiisiajaran, kemudianmengajukankritiknya.Kritikitudapatmenggunakanpendapatnyasendiriatau pun orang lain.

 

 

JAWABAN NO. 2

PERIODESASI

 

Secara garis besar periodesasi filsafat dibagi menjadi:

  1. Periode klasik

Era klasik kajaian para filsuf terfokus pada kosmosentris.Maksudnya kajian tentang asal usul terjadinya alam. Pada dasarnya era ini para filsuf mencari   induk yang dianggap asal dari sesuatu. Tokoh filsuf dalam kategori ini meliputi

  • Filsuf pra Socrates

Thales (624-545 SM)

Ilmuan yang mendapat gelar bapak filsafat yang pertama. Sebab dialah yang membuka pemikirannya mengenai alam terbentuk dari   satu subtansi yaitu air.

Anaximander (610-546 SM)

Gagasanya yang terkenal mengenai to aperion sesuatu yang tanpa batas. Dimana kenyataan yang mendalam tidak dapat disamakan dengan suatu benda yang ada di bumi.

Anaximenes(585-528 SM).

Kenyataan mendalam adalah udara.

Xenophones (580-470)

Segala sesuatu yang ada dibumi berasal dari Tuhan.

Dan masih banyak tokoh filsuf lain seperti Pythagoras,Parminedes ,Heraklitos dll

  • Socrates

Disinilah zaman dimana para filsuf besar Yunani yang melahirkan gagasan hebat yang akhirnya perkembangan ilmu ilmu selanjutnya mertumpu pada gagasan mereka seperti

  1. Socrates (470-399)

Seorang pemuda Athena seorang filsuf besar yang menjadi guru dari Plato, dan Aristoteles. Socrates melahirkan banyak gagasan filsafat mulai moral dan filsafat secara umum. Filosof ini memiliki watak hebat ia rela minum racun demi mempertahankan sebuah kebenaran. Saat itu Socrates dituduh pemikiran yang digagasnya merusak pemuda Athena sehingga akhirnya ia dipaksa untuk meminum racun didepan pengikutnya.

  1. Plato ( 427-347 SM)

Merupakan murid Socrates yang dikenal sebagai filsuf yang sangat berpengaruh hamper semua ilmu pengetahuan gagasan plato menjadi rujukan

Seperti ilmu fisika ,ekonomi politik, agama dll

Gagasan plato mengatakan bahwa segala sesuatu hakekatnya adalah ide. Sebuah kebenaraan asdalah ide itu sendiri.

Karya plato yang terkenal adalah buku dengan judul republica buku itu memuat gagasan gagasanya. Sehingga gagasan plato ini melahirkan aliran idealisme

  1. Aris toteles( 384-322 SM)

Lahir di Athena menjadi murid nya plato sekaligus murid yang membangkang pada gurunya. Gagasan Aristoteles berbeda dengan Plato yang idealis namun aristoteles condong pragmatis.Namun Aristoteles juga sangat berpengaruh dalam perkembangan khasanah ilmu hingga sekarang.

Kecenderungan berfikir saintik dengan metode empiris menjadi cirri gagasan Aristoteles.

 

  1. Pereode skolastik (pertengahan)

Corak gagasan pada periode ini pada teosentris yaitu membahas mengenai ketuhanan. Pada periode ini dapat dikatakan sebagai abad gelap karena ajaran/dogma agama membelenggu orang untuk berfikir.

  • Periode ini terbagi menjadi skolastik Islam

Lahir ilmuan ilmuan islam seperti AL-Kindhi,alfarabi, ibn.sina ibnu rusd.dll

  • Periode skolastik Kristen

Muncul ilmuan seperti Anselmus,Petrus. DLL

 

  1. Periode modern

Zaman ini muncul karena keinginan bangkit dari orang orang barat untuk merebut kejayaan. Tepatnya setelah runtuhnya 3 kerajaan besar islam yaitu mongol,turki ustmani, dan safawi. Zaman ini dapat disebut sebagai antithesis pada corak filsafat abad pertengahan. Pada zaman ini membahas mengenai humanisentris yaitu ilmu tentang kemanusiaan atau hakikat dari manusia.

Pada periode modern dibagi menjadi dua decade

  • Reinaisance

Secara terminology dimaknai sebagai Kelahiran kembali ada pula yang mengatakan zaman pencerahan. Tokohnya seperti Macchivelli,Thomas hobes dan Francis Bacon

  • Zaman modern

Para filsuf modern mengatakan jika pengetahuan bukan dari wahyu atau kitab suci tapi dari manusia sendiri. Tokoh nya meliputi Rene Descartes, Baruch de Spinoza,john locke.david hume.

 

  1. Periode postmodern

Zaman postmodern atau disebut melampaui modern membahas mencoba memunculkan apa yang ditutupi oleh nalar seperti emosi,ambisi, dan hasrat. Karena setiap manusia tidak hanya dibekali akal saja tapi juga emosi hasrat tersebut.

 

JAWABAN NO. 3

PANDANGAN FILSAFAT TENTANG MANUSIA

 

Pandangan filsafat terhadap manusia dari beberapa sudut pandang yakni dari:

  1. Teori descendensi,

Teori ini meletakkan manusia sejajar dengan hewan berdasarkan sebab mekanis. Artinya manusia tidaklah jauh berbeda dengan hewan, dimana manusia termasuk hewan yang berfikir, melakukan segala aktivitas hidupnya, manusia juga tidak beda dengan binatang yang menyusui.

  1. Metafisika,

Adalah teori yang memandang keberadaan sesuatu dibalik atau di belakang fisik. Dalam teori ini manusia dipandang dari dua hal yakni:

  1. Fisik, yang terdiri dari zat.

Artinya bahwa manusia tercipta terdiri dari beberapa sel, yang dapat di indera dengan panca indera.

  1. Ruh, manusia identik dengan jiwa yang mencakup imajinasi, gagasan, perasaan dan penghayatan semua itu tidak dapat diindera dengan panca indera.
  2. Psikomatik,

Memandang manusia hanya terdiri atas jasad yang memiliki kebutuhan untuk menjaga keberlangsungannya artinya manusia memerlukan kebutuhan primer (sandang, pangan dan papan) untuk keberlangsungan hidupnya.

Manusia terdiri dari sel yang memerlukan materi cenderung bersifat duniawi yang diatur oleh nilai-nilai ekonomi (dinilai dengan harta / uang) artinya manusia memerlukan kebutuhan duniawi yang harus dipenuhi, apabila kebutuhan tersebut sudah terpenuhi maka mereka akan merasa puas terhadap pencapaiannya. Manusia juga terdiri dari ruh yang memerlukan nilai spiritual yang diatur oleh nilai keagamaan (pahala).Dalam menjalani kehidupan duniawi manusia membutuhkan ajaran agama, melalui ceramah keagamaan untuk memenuhi kebutuhan rohaninya.

Dalam hal ini manusia ingin menjadi manusia yang paling sempurna. Untuk menjadi manusia sempurna haruslah memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Rasionalitas
  2. Kesadaran
  3. Akal budi
  4. Spiritualitas
  5. Moralitas
  6. Sosialitas
  7. Keselarasan dengan alam

===

PANDANGAN FILSAFAT TENTANG RUH DAN JIWA

 

Adapun jiwa menurut Al-Kindi ialah tidak tersusun, mempunyai arti penting, sempurna, dan mulia.Substansi roh berasal dari substansi tuhan. Hubungan roh dengan tuhan sama dengan hubungan cahaya dengan matahari, selain itu jiwa bersifat spiritual, ilahiah, terpisah dan berbeda dari tubuh.

Al-Kindi Berpendapat bahwa jiwa mempunyai tiga daya, yakni: daya bernafsu, daya pemarah dan daya berpikir, yang mana daya berpikir ini menurut Al-Kindi disebut dengan akal.

 

Adapun tentang jiwa, menurut Al-Farabi juga di pengaruhi oleh filsafat plato,Aristoteles,dan Plotinus,jiwa bersifat rohani,bukan materi,terwujud setelah adanya badan dan jiwa tidak berpindah-pindah dari suatu badan ke badan yang lain.

Jiwa manusia sebagaimana halnya materi asal memancar dari akal 10.Kesatuan antara jiwa dan jasad merupakan kesatuan sacara accident,artinya antara keduanya mempunyai substansi yang berbeda,dan binasanya jasad tidak berasal dari alam ilahi,sedangkan jasad berasal dari alam khalq,berbentuk,berupa,berkadar,dan bergerak.Jiwa di ciptakan tak kala jasad siap menerimanya.

Jiwa manusia mempunyai daya-daya,sebagai berikut:

1.daya gerak

2.daya mengetahui

3.daya berpikir

 

Ibn Rusyd membuat definisi jiwa sebagai “kesempurnaan awal bagi jisim alami yang organis.” Jiwa disebut sebagai kesempurnaan awal untuk membedakan dengan kesempurnaan lain yangmerupakan pelengkap darinya, seperti yang terdapat pada berbagai perbuatan. Sedangkan disebut organis untuk menunjukan kepada jisim yang terdiri dari anggota-anggota. Untuk menjelaskan kesempurnaan jiwa tersebut, Ibn Rusyd mengkaji jenis-jenis jiwa yang menurutnya ada lima:

 

– Jiwa Nabati (an-Nafs Nabatiyyah)

– Jiwa Perasa (an-Nafs al-Hassasah)

– Jiwa Khayal (an-Nafs al-Mutakhayyin)

– Jiwa Berfikir (an-Nafs an-Nathiqah)

– Jiwa Kecendrungan (an-Nafs an-Nuzu’iyyah)

 

 

PANDANGAN FILSAFAT TENTANG TUHAN

 

Plato

Plato menggambarkan Tuhan sebagai Demeiougos (sang pencipta) dari alam ini dan sebagai Ide Tertinggi dari alam ide.Ide tertinggi ini menurut Plato adalah Ide Kebaikan.[2]

Aristoteles

 

Konsep Aristoteles tentang Tuhan didasarkan pada latar belakang ilmu pengetahuan, tidak didasarkan pada suatu religi tertentu. Bagi Aristoteles Tuhan sebagai substansi yang bersifat eternal terpisah dari dunia konkrit, tidak bersifat materi, tidak memiliki potensi; Tuhan adalah “Aktus Murni” yang hanya memperhatikan dirinya sendiri, Tuhan bukan personal yang menjawab doa-doa dan keinginan manusia.

Spinoza

 

Pandangan Spinoza tentang Tuhan atau substansi dapat disimpulkan beberapa hal: pertama, Tuhan itu satu, diluar Tuhan tidak ada sesuatu pun yang eksis. Kedua, bingkai alam adalah tubuh Tuhan, sedang isi mental dari struktur fisikal alam dalah jiwa Tuhan.Ketiga, objek-objek material adalah modus Tuhan atau substansi.

 

Agustinus (354-430)

Menurunya Tuhan adalah pengada yang mutlak.Dia adalah abadi, tidak berubah.Dia berada diluar pemahaman manusia, karena dia lebih besar dari sesuatu yang diketahui manusia.Penegtahuan yang dimiliki manusia dalam kaitannya dengan Tuhan adalah terbatas dan diperoleh melalui analogi dari suatu yang dialami manusia.

 

Anselmus (1033-1109)

Tuhan bagi Anselmus adalah sesuatu yang salainnya sesuatu yang lebih besar tidak dapat dipikirkan. Tuhan itu harus bereksistensi, karena tanpa eksistensi Tuhan tidak akan menjadi sempurna. Eksistensi lebih sempurna daripada tidak bereksistensi.

Al Kindi

Tuhan digambarkan oleh al Kindi sebagai sesuatu yang bersifat tetap, tunggal, ghaib dan penyebab sejati gerak.Tuhan adalah yang benar.Ia tinggi dan dapat disifati hanya dengan sebutan-sebutan negatif. Ia bukan materi, tak berbentuk, tak berjumlah, tak berkualitas, tak terhubung. Ia tek berjenis, tak terbagi dan tak berkejadian, ia abadi oleh karena itu Ia Maha Esa (wahdah), selain-Nya berlipat.

 

 

 

JAWABAN NO. 4

APAKAH KEBENARAN ITU ?

 

Di dalam Islam terdapat dua istilah yang berbeda untuk kebenaran mutlak yang berasal dari wahyu (al- haqq) dan kebenaran relatif yang berasal dari pemikiran dan interpretasi  (al-shawwab).  Perbedaan- perbedaan  pendapat  di dalam ranah al-shawwab,  sebagai  contoh perbedaan  empat mazhab  fikih,

Kebenaran dapat dipahami berdasarkan tiga hal yakni, kualitas pengetahuan, sifat/karakteristik dari bagaimana cara atau dengan alat apakah seseorang membangun pengetahuan itu, dan nilai kebenaran pengetahuan yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahuan itu.

===

SUMBER-SUMBER KEBENARAN DARI MANUSIA

Kebenaran ilmu sebagai hasil usaha manusiauntuk berfikir dan menyelidiki tentang pengetahuan dah keilmuan yg menghasilkan kebenaran nisbi yang selalu dapat berubah dan berkembang

  1. Ilmu berawal dari dorongan ingintahu manusia yang sangat besar untuk menghasilkan“ pengetahuan “ (knowledge).
  2. homby mengartikan ilmu sebagai susunan atau kumpulan pengetahuannya yang di peroleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta-fakta
  3. Kebenaran ilmu bersifat apostiori karena harus teruji atau dapat di buktikan kebenarannya sbb; ilmu eksakta dan ilmu social
  4. Ilmu adalah kebenaran obyektif (tau secaratepat).

Kebenaran filsafat

Kebenaran kodrati karena merupakan hasil usaha manusia melalui proses berfikir secara mendasar untuk mencari hakikat, kebenaran tentang obyek yang dipikirkan

====

KENISBIAN KEBENARAN DARI MANUSIA

Kenisbian Ilmu

Ilmu bersifat sementara, karena itu ia nisbi (relatif) penemuan baru dapat mengubah pandangan, pendapat, kesimpulan, atau teori. Sejarah ilmu adalah sejarah pembaharuan teori.Teori terakhir mengandung teori sebelumnya dalam dirinya.Dengan demikian ilmu bersifat progresif.Teori yang sudah ditinggalkannya, tidak diulanginya kembali.Kenapa?sebab teori itu terbukti keliru. Karena ilmu masih penelitian, penelitian pulalah yang menguji benar salahnya.Apakah suatu teori benar atau salah?Itu dapat dibuktikan dengan fakta atau data-data hasil riset. Dalam hal ini filsafat berbeda dari pada ilmu

Oleh karena itu, kebenaran dari ilmu pengetahuan itu bersifat tidak mutlak, maka seluruh permasalahan manusia di dunia tidaklah dapat dijawab dengan tuntas oleh ilmu.

  1. Tidak semua permasalahan yang dipersoalkan manusia dalam hidup dan kehidupannya dapat dijawab dengan tuntas oleh ilmu pengetahuan itu.
  2. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan itu bersifat positif relatif atas nisbi dalam arti tidaklah mutlak kebenarannya.
  3. Batas dan relativitas ilmu pengetahuan bernuansa pada filsafat, dalam arti bahwa semua permasalahan yang berada di luar atau di atas jangkauan dari ilmu pengetahuan itu diserahkan kepada filsafat untuk menjawabnya. Tetapi filsafat juga tidak dapat memberikan mutlak karena ia juga bersifat relatif (nisbi)

 

 

JAWABAN NO. 5

PERBEDAANDAN PERSAMAAN

ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA

 

  1. TITIK PERSAMAAN

Baik ilmu, filsafat dan agama bertujuan sekurang-kurangnya berusaha berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.

Ilmu pengetahuan dengan metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam dan manusia.

Filsafat dengan wataknya sendiri yang menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun tentang manusia (yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu, karena diluar atau di atas batas jangkauannya), ataupun tentang tuhan.

Agama dengan karakteristiknya memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia ataupun tentang tuhan.

 

  1. TITIK PERBEDAAN

Baik ilmu maupun filsafat, keduanya merupakan hasil dari sumber yang sama yaitu ra’yu (akal, budi,rasio, reason, nous, rede, vertand, dan vernunft) manusia. Sedangkan agama bersumberkan wahyu dari Allah swt.

Ilmu pengetahuan mencari kebenaran denan jalan penyelidikan (riset, research), pengalaman (empiri), dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian.

Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menualangkan (mengembarakan atau mengelanakan ) akal budi secara radikal (mengakar) dan integral, serta universal (mengalam), tidak merasa terikat oleh ikatan apapun, kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang bernama logika. Manusia mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan mempertanyakan (mencari jawaban tentang) berbagai masalah asasi dari atau kepada kitab suci, kodifikasi firman ilahi untuk manusia.

Kebenaran ilmu pengetahuan ialah kebenaran fositif (berlaku sampai dengan saat ini ),

Kebenaran filsafat adalah kebenaran spekulatif (dugaan yang tak dapat dibuktikan secara empiri, reset dan eksperimental). Baik kebenaran ilmu maupun filsafat, kedua-duanya nisbi (relative).

Sedangkan kebenaran agama bersifat mutlak (absolute) karena agama adalah wahyu yang diturunkan oleh zat yanh Maha Benar, Maha Mutlak, dan Maha sempurna, yaitu Allah swt.

Baik ilmu maupun filsafat,kedua-duanya bermulai dengan sikap sangsi atau tidak percaya dan iman.

 

  1. Persamaan antara Ilmu, Filsafat, dan Agama

Yang paling pokok persamaan dari ketiga bagian ini adalah sama-sama bertujuan mencari kebenaran. Ilmu pengetahuan melalui metode ilmiahnya berupaya untuk mencari kebenaran. Metode ilmiah yang digunakan dengan cara melakukan penyelidikan atau riset untuk membuktikan atau mencari kebenaran tersebut. Filsafat dengan caranya tersendiri berusaha menemukan hakikat sesuatu baik tentang alam, manusia, maupun tentang Tuhan. Sementara agama, dengan karakteristiknya tersendiri memberikan jawaban atas segala persoalan asasi tentang alam, manusia, dan Tuhan.

 

  1. Perbedaan antara Ilmu, Filsafat, dan Agama

Terdapat perbedaan yang mencolok antara ketiga aspek tersebut, di mana ilmu dan filsafat bersumber dari akal budi atau rasio manusia. Sedangkan agama bersumberkan wahyu dari Tuhan.

Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dangan cara penyelidikan (riset), pengalaman (empiri), dan percobaan (eksperimen). Filsafat menemukan kebenaran atau kebijakan dengan cara penggunaan akal budi atau rasio yang dilakukan secara mendalam, menyeluruh, dan universal. Kebenaran yang diperoleh atau ditemukan oleh filsafat adalah murni hasil pemikiran (logika) manusia, dengan cara perenungan (berpikir) yang mendalam (radikal) tentang hakikat segala sesuatu (metafisika). Sedangkan agama mengajarkan kebenaran atau memberi jawaban tentang berbagai masalah asasi melalui wahyu atau kitab suci yang berupa firman Tuhan.

Kebenaran yang diperoleh melalui ilmu pengetahuan dengan cara penyelidikan tersebut adalah kebenaran positif, yaitu kebenaran yang masih berlaku sampai dengan ditemukan kebenaran atau teori yang lebih kuat dalilnya atau alasannya. Kebenaran filsafat adalah kebenaran spekulatif, berupa dugaan yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, riset, dan eksperimen. Baik kebenaran ilmu maupun kebenaran filsafat, keduanya nisbi (relatif). Sedangkan kebenaran agama bersifat mutlak (absolut), karena ajaran agama adalah wahyu