Ex Makalah : Perkembangan Kognitif Manusia


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Perkembangan merupakan sebuah konsep yang cukup rumit dan kompleks. Perkembangan merupakan pertumbuhan, perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian jasmani menuju bagian yang fungsional,serta pendewasaan tingkah pola asasi dari tingkah laku yang tidak di pelajari.

Hal ini dapat di artikan bahwa perkembangan dapat menghasilkan ciri-ciri kemampuan yang baru yang bertahap dari yang sederhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan senantiasa mengalami perubahan yang bersifat progresif serta berkesinambungan, selama masa kanak-kanak sampai menginjak remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam stuktur fisik mental dan jasmani serta rohani hingga jenjang dewasa.

Ini berarti dalam konsep perkembangan juga terdapat arti pembusukan sampai pada kematian.

 

  1. Rumusan Masaah
  2. Apa Pengertian Perkembangan Kognitif?
  3. Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif?
  4. Bagaimana Teori Perkembangan Kognitif menurut Jean Piaget dan Vygotsky?

 

  1. Tujuan Penulisan
  2. Mengetahui arti perkembangan kognitif
  3. Mengetahui factor yang mempengaruhi perkembangan kognitif
  4. Memahami Teori Perkembangan Kognitif menurut Jean Piaget dan Vygotsky

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Perkembangan Kognitif Manusia

Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan, yaitu semua proses psikologi yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan langkungan nya. Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk berpikir. Hal ini sesuai dengan pendapat Ahmad Susanto (2011: 48) bahwa kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.

Jadi proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang menandai seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide belajar.

Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar karena sebagian aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah berpikir. Menurut Ernawulan Syaodih dan Mubair Agustin (2008: 20) perkembangan kognitif menyangkut perkembangan berpikir dan bagaimana kegiatan berpikir itu bekerja.

Dalam kehidupannya, mungkin saja anak dihadapkan pada persoalan-persoalan yang menuntut adanya pemecahan. Menyelesaikan suatu persoalan merupakan langkah yang lebih kompleks pada diri anak. Sebelum anak mampu menyelesaikan persoalan anak perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya.

Husdarta dan Nurlan (2010: 169) berpendapat bahwa perkembangan kognitif adalah suatu proses menerus, namun hasilnya tidak merupakan sambungan (kelanjutan) dari hasil-hasil yang telah dicapai sebelumnya. Hasil-hasil tersebut berbeda secara kualitatif antara yang satu dengan yang lain. Anak akan melewati tahapan-tahapan perkembangan kognitif atau periode perkembangan. Setiap periode perkembangan, anak berusaha mencari

keseimbangan antara struktur kognitifnya dengan pengalaman-pengalaman baru. Ketidakseimbangan memerlukan pengakomodasian baru serta merupakan transformasi keperiode berikutnya. Berdasarkan beberapa pendapat di atas disimpulkan bahwa faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berpikir. Perkembangan kognitif dimaksudkan agar anak mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca inderanya sehingga dengan pengetahuan yang didapatkannya tersebut anak dapat melangsungkan hidupnya.

 

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif anak menunjukkan perkembangan dari cara berpikir anak. Ada faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif menurut Piaget dalam Siti Partini (2003: 4) bahwa “pengalaman yang berasal dari lingkungan dan kematangan, keduanya mempengaruhi perkembangan kognitif anak”. Sedangkan menurut Soemiarti dan Patmonodewo (2003: 20) perkembangan kognitif dipengaruhi oleh pertumbuhan sel otak dan perkembangan hubungan antar sel otak.

Kondisi kesehatan dan gizi anak walaupun masih dalam kandungan ibu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut Piaget dalam Asri Budiningsih (2005: 35) makin bertambahnya umur seseorang maka makin komplekslah susunan sel sarafnya dan makin meningkat pada kemampuannya. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam sruktur kognitifnya.

Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kognitif.

Menurut Ahmad Susanto (2011: 59-60) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kognitif antara lain:

  1. Faktor Hereditas/Keturunan
  2. Faktor Lingkungan
  3. Faktor Kematangan
  4. Faktor Pembentukan
  5. Faktor Minat dan Bakat
  6. Faktor Kebebasan

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak adalah faktor kematangan dan pengalaman yang berasal dari interaksi anak dengan lingkungan. Dari interaksi dengan lingkungan, anak akan memperoleh pengalaman dengan menggunakan asimilasi, akomodasi, dan dikendalikan oleh prinsip keseimbangan.

 

  1. Teori Perkembangan Kognitif
  2. Jean Piaget

Jean piaget merupakan salah satu seorang pakar psikologi swiss yang banyak mempelajari perkembangan kognitif anak. Jean Piaget telah banyak membuat kajian dan eksperimen dalam bidang psikologi pembelajaran kanak-kanak. Beliau berpendapat bahwa pemikiran kanak-kanak berbeda pada masing-masing tingkatan. Piaget menyakini bahwa anak mebangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Ia membagi perkembangan pemikiran kanak-kanak menjadi empat tingkatan; tingkatan sensorimotorik, tingkat praopersainal, tingkatan operasi konkret, dan tingkatan operasi formal.

Setiap tahap mempunyai tugas kognitif yang harus diselesaikan. Tingkatan sensori motor (0-2 tahun), pemikiran anak berdasarkan tindakan indrawinya. Tingkatan Praoperasional (2-7 tahun), pemikiran anak ditandai dengan penggunaan bahasa serta tanda untuk menggambarkan konsep. Tingkatan Operasi konkret (7-ll tahun) ditandai dengan penggunaan aturan logis yang jelas. Tahap Operasi Formal dicirikan dengan pemikiran abstrak, hipotesis, deduktif, serta induktif. Secara skematis, keempat tinkatan itu dapat digambarkan dalam tabel berikut.

 

TAHAP UMUR CIRI POKOK PERKEMBANGAN
Sensorimotor

 

0-2 tahun

 

* Berdasarka tindakan

* Langkah demi langkah

Praeperasi

 

2-7 tahun

 

* Penggunaan simbul/bahasa

tanda

* Konsep intuitif

Operasi Konkret

 

8-ll tahun

 

* Pakai aturan jelas/logis

* Reversibel dan kekekalan

Operasi Formal 11 tahun ke atas * Hipotesis

* Absttak

* Deduktif dan induktif

* Logis dan Probabilitas

 

  1. Vygotsky

Yang mendasari teori Vygtsky adalah pengamatan bahwa perkembangan dan pembelajaran terjadi di dalam konteks sosial, yakni di dunia yang penuh dengan orang yang berinteraksi dengan anak sejak anak itu lahir. Ini berbeda dengan Piaget yang memandang anak sebagai pembelajar yang aktif di dunia yang penuh orang. Orang-orang inilah yang sangat berperan dalam membantu anak belajar dengan menunjukkan benda-benda, dengan berbicara sambil bermain, dengan membacakan ceritera, dengan mengajukan pertanyaan dan sebagainya. Dengan kata lain, orang dewasa menjadi perantara bagi anak dan dunia sekitarnya.

Menurut Vygotsky, pertama-tama anak melakukan segala sesuatu dalam konteks sosial dengan orang lain dan bahasa membantu proses ini dalam banyak hal. Lambat laun, anak semakin menjauhkan diri dari ketergantungannya kepada orang dewasa dan menuju kemandirian bertindak dan berpikir. Pergeseran dari berpikir dan berbicara nyaring sambil melakukan sesuatu ke tahap berpikir dalam hati tanpa suara disebut internalisasi.

 

 

Vygotsky membedakan proses mental menjadi 2, yaitu :

  1. Elementary. Masa praverbal, yaitu selama anak belum menguasai verbal, pada saat itu anak berhubungan dengan lingkungan menggunakan bahasa tubuh.
  2. Higher. Masa setelah anak dapat berbicara. Pada masa ini, nak akan berhubungan dengan lingkungan secara verbal.


 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN
  2. Perkembangan kognitif manusia adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Jadi proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang menandai seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide belajar.
  3. Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif adalah:
  4. Faktor Hereditas/Keturunan
  5. Faktor Lingkungan
  6. Faktor Kematangan
  7. Faktor Pembentukan
  8. Faktor Minat dan Bakat
  9. Faktor Kebebalan

 

Teori perkembangan secara kognitif manusia disini ada pendapat dari beberapa tokoh psikologi antara lain Jean Piaget dan Vygotsky

  1. Menurut Jean Piaget

Jean piaget merupakan salah satu seorang pakar psikologi swiss yang banyak mempelajari perkembangan kognitif anak. Belau berpendapat bahwa pemikiran kanak-kanak berbeda pada masing-masing tingkatan. Piaget menyakini bahwa anak mebangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri.

  1. Menurut Vygotsky

Yang mendasari teori Vygtsky adalah pengamatan bahwa perkembangan dan pembelajaran terjadi di dalam konteks sosial, yakni di dunia yang penuh dengan orang yang berinteraksi dengan anak sejak anak itu lahir.

  1. Elementary. Masa praverbal, yaitu selama anak belum menguasai verbal, pada saat itu anak berhubungan dengan lingkungan menggunakan bahasa tubuh.
  2. Higher. Masa setelah anak dapat berbicara. Pada masa ini, nak akan berhubungan dengan lingkungan secara verbal.

 

  1. SARAN

Dalam penulisan makalah ini kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu agar dalam penulisan makalah selanjutnya kami dapat lebih baik, kami membutuhkan saran yang sifatnya membangun dari pembaca.