Merindukanmu


Entahlah, mengapa aku masih merajut segala kekosonganku menjadi sebaris rindu untukmu. Dan kali ini, Kau benar-benar nyata. Pada ruang bimbang, yang menyala dan remuk redam. Bisa-bisanya ingin kembali kunyatakan bahwa aku tak ingin kau pergi dari sisiku, padahal aku pun berulangkali menahan perih, berada pada lingkaran api pilihanmu–dia atau aku yang akan kau sakiti.

–Langga Gustanto.