Mengingatmu


Melupakanmu memang hal yang begitu sulit dan mustahil kulakukan. Sejak itu, kecemasan dan rasa gelisahku mulai mencuat, ia semakin berlari di puncak pikiranku. Sungguh, bukan perkara mudah untuk melupakanmu dalam sekejap mata. Bahkan dia, mereka, atau siapa pun yang menentang hubungan kita tak pernah mampu meraba, melihat, bahkan empati terhadap kedalaman cinta yang kita bangun sejak awal pertemuan di Kota tua itu.

Banyak hal di dunia ini yang sulit kumengerti, terutama sebuah perasaan dan cinta, tetapi saat bertemu denganmu waktu itu, aku banyak mendapatkan fajar pemahaman akan arti pengorbanan dan kesetiaan, meski saat ini apa yang kita rasakan harus berakhir di tepi sungai airmata.

Ketahuilah, saat ini, aku hanya ingin percaya, bahwa suatu hari nanti rasa sakit ini akan hilang dari hidupku, sekalipun akan kulewati senjaku tanpamu, juga cinta kita.

(Langga Gustanto, 12 Desember 2012)