Mengingatmu


Aku tidak mengerti kenapa sikapmu sedingin ini, bukankah kita pernah menikmati indahnya langit senja yang sama, lantas apakah warna merahnya telah membuatmu lupa–bahwa cinta pernah merekatkan hati kita. Seandainya saja aku memiliki waktu sehari untuk membencimu, aku akan menenggelamkan ribuan kenangan itu, sebab kau terlebih dulu membuatnya sia-sia.

Aku pernah berharap bahwa cinta berada di tempat yang seharusnya, yakni di ruang hatiku juga hatimu selamanya, tapi itu dulu, setelah kumengerti bahwa darahmu hanya mendidihkan uap kebencian, maka segera kutuntaskan mimpiku untuk memeluk kesunyian, dan itu jauh lebih baik bagiku daripada memertahankan suatu hubungan yang sudah tidak lagi sehat.

#Langga Gustanto, Cikarang 2013