Mengingatmu


Percayalah, aku masih merasakan setiap larik kerinduan yang kau utus lewat desir angin setiap malam. Cahaya kerinduanmu menyerupai sekumpulan kunang-kunang, yang berbinar dalam kelembutannya. Harus berapa kali kunyatakan–bahwa cintaku tak terbilang padamu, bahkan aku tak sanggup menimbang betapa besar hal yang kusimpan untukmu sampai sekarang, juga mimpi bahagia ini. Andaikata kita memang dipinta berpisah, dan tidak pernah lagi berjumpa, maka sebenarnya kita memang tak pernah bisa merubah warnah merah senja, itu takdir yang sama-sama harus kita terima, sekalipun harus menumpahkan kembali airmata. Aku percaya bahwa kita akan menuai kisah indah di lorong waktu yang sama. Entah, tunggu saja sampai keajaiban itu datang memeluk tubuh lelah kita, karena segala sesuatu akan melahirkan hal yang sama, dan sebuah pengorbanan serta perjuangan tidak mungkin sia-sia……

(Langga Gustanto, 11 April 2013)