Mengingatmu


Saat jauh darimu, aku seperti titik cahaya yang berpendar. Kini, tidak ada lagi kisah sehati. Meski mencintaimu adalah bahagiaku, tapi aku kehabisan kata-kata, saat mengharuskan diriku melepasmu. Kita hanya bisa menerimanya, tak akan mungkin mengelak garis cinta yang telah ditakdirkan. Kuharap kau mengenangku dalam keadaan apapun, seperti aku yang tengah berusaha membentuk wajahmu pada binar senja, meski selalu meleleh, dan berubah gelap demi malam, namun aku merindukannya kembali, sama halnya kurindukan keberadaanmu dalam pelukan hangatku.