Mengingatmu


Tuhan, entah kepada siapa bunga melati putih–lambang kebeningan cinta ini kupersembahkan. Mencintai setiap yang hadir dalam hidupku seakan seperti aku tengah mencoba untuk membirukan senja yang berwarna merah. Aku selalu berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah. Aku tidak ingin menjadi Majnun yang mengejar cinta Layla– cinta penuh pengorbanan nun tragis yang pernah dikisahkan pada lembaran-lembaran fiksi usang. Akan tetapi, aku ingin menjadi diriku sendiri, dan sebenarnya aku tidak berharap mereka yang mencintaiku menjadi siapa-siapa. Tuhan, aku menunggu dirinya di persimpangan malam–tempat kuhamburkan segala doa dalam sujudku pada-MU