Mengingatmu


Aku masih mencintaimu–meski wujudmu tinggal bayang semu yang masih merajai pikiranku. Oh Tuhan, aku merindukan kota tua itu, kota di mana aku pernah menikmati arti sebuah rasa sejiwa. Di atas sana, di bukit-bukit yang dipenuhi aroma cengkeh, ada bau cukup menyengat, tetapi udara di sana masih menyegarkan lubang paru-paruku. Kau berjalan tepat di sampingku, bahkan nyaris tak ada jarak sedikit pun. Percayalah, bahwa itu menjadi Kenangan yang indah saat awal perjumpaan kita,

4 tahun kemudian…..

Kita pasti ingat, saat hening terdengar di antara bisingnya kendaraan di terminal Tingkir Salatiga, lirihmu sedikit terdengar serak, Kubelai rona pipimu lalu kuusap setiap tetes airmata yang terjatuh. Kita pada akhirnya harus melepaskan genggaman erat tangan ini, sekali pun aku hanya bisa tertunduk. Bukan karena aku hendak berlari dari setiap peristiwa indah yang kita jalani selama bertahun-tahun, namun lorong waktu ini mengharuskan aku untuk menjalani sisa drama hidup yang lain. Dan Aku tak percaya, bahwa saat itu adalah hari terakhir untuk perjumpaan kita.

(Catatan Perjalanan Cinta Di Kota Salatiga)
#Song ‘SAAT TERAKHIR By ST12’