Mengingatmu


Dan malam ini semakin sunyi, karena jejak cinta kita sepertinya sudah benar-benar pudar. Saat kau bersamaku, kau pernah bilang, jika aku merindukanmu di kejauhan sana, tengoklah bentuk bulan sabit diperedarannya, sebab bayang-bayangmu seolah bercengkrama dengan hangat saat itu, dan membuatku berada pada kepongahan, tergusar di alam mimpi dan imajinasi. Kau menjanjikan untuk membayar dahaga rinduku–saat
kuhayati keindahan hadirnya.

Oh Bulan…..sudikah kau berbagi kehangatan bersamaku malam ini? Meski ada rindu yang justru menurutku semakin tidak lagi berarti. Semua karena hatimu kini telah menemukan persinggahan terakhir, dengan laki-laki yang tak pernah kau bayangkan dan mampu memetik hasil perjuangan cintaku, cinta kita bersama. Ahh…lagi-lagi kenapa aku mengingat perjodohanmu dengannya–sebuah hal yang amat sangat pahit. Bukankah bahagiamu adalah senyumku? Tetapi belum tentu kau melihat seberapa sakitnya aku…Kau separuh diriku!

Cikarang, 18-11-2012…….
Langga Gustanto.