Mengingatmu


Sebenarnya aku lelah menunggumu. Karena mungkin saja kau tidak pernah memahamiku di sini, disepanjang hari-hariku, disepanjang nafasku, atau disepanjang warna senja yang pernah kita lukis dengan ceria. Sungguh, kita tak mampu merubah apa-apa, sekali lagi kita hanya diperkenankan menjadi tamu, bukan pemilik kehidupan dan cinta ini.

Mungkin kau tak tahu, sudah begitu banyak tulisan-tulisanku tentangmu, bahkan terlalu banyak kalimat doa yang kutuangkan dalam diary. Aku berharap kau bahagia, walau menjalani kisah itu dengan yang lain, bukan denganku. Percayalah, aku tak pernah membenci setiap keputusanmu, sebab aku mengerti, bahwa perjalanan cinta yang pernah kita rajut, hanya simbol ketidakabadian…

(Langga Gustanto)