Catatan hari ini:


Catatan hari ini:

Siapapun orang yang dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh menjalani serta mencintai pekerjaannya, apapun itu, maka cepat atau lambat ia akan menemukan jalannya (Kesuksesan) Hal tersebut yang menjadi dasar keyakinan dan peta hidup bagi saya menjemput kesuksesan sebenarnya.

Saya amat senang ketika mendengar kabar beberapa dari teman bahwa karya mereka lolos di penerbit Major dan salah satu sahabat saya adalah Kang Kamiluddin Azis, dan masih banyak lagi yang sudah mencapainya. Tapi saya tak perlu khawatir atau merasa takut apa yang sedang saya usahakan ke arah sana adalah sia-sia. Ini hanya masalah momentum dan timing saja, karena siapa orang yang bersungguh-sungguh, cepat atau lambat akan menemukan jalannya, seperti hal yang sudah saya ungkapkan di atas tadi. Seseungguhnya bagi mereka semua yang tengah berusaha dan gencar berdoa hanya menunggu giliran untuk menunggu Tuhan me-Acc proposal ikhtiar dan doanya, karena begitu banyak dari manusia mengajukan proposal kepada-NYa, dan Tuhan tidak mau tergesa-gesa, ia pasti ingin melihat kesabaran dan kesungguhan dari mereka semua.

Yuridillahu bihi khairon yusib minhu…”Barang siapa yang dikehendaki Allah memeroleh kebaikan, maka adakalanya diberi lebih dulu ujian.”

Memang benar, semua itu saya alami. Tuhan mendatangkan orang-orang terdekat saya untuk menghalang-halangi, meremehkan, bahkan melemahkan tekad dan perjuangan saya dalam menuju jalan kesuksesan. Saya memang sendiri, padahal saya sangat mengharapkan doa dan ridho dari orang terdekat yaitu keluarga, namun ternyata Tuhan jadikan mereka ujian yang harus saya hadapi dengan sabar. Namun di sisi lain, Tuhan pun menghibur saya dengan menggerakkan hari ratusan anak didik saya untuk selalu berdoa agar Gurunya kelak mendapatkan kesuksesan serta mampu mengangkat nama baik sekolah melalui karya-karyanya.

Cukup banyak catatan maupun komentar pahit yang saya tulis dan saya rekam dalam ingatan saya, tapi sepatutnya semua itu saya jadikan pertimbangan dan masukan. Sebab saya tahu semua ini tiada lain sebuah ujian yang mau tak mau harus dihadapi jua.

Beberapa catatan pahit tersebut adalah :

1. ‘ Kamu seperti Keong yang jalannya lambat. Kamu itu sudah Sarjana, kenapa hanya puas menjadi seorang Guru yang gajinya belum tentu mampu membahagiakanmu seumur hidup, belum lagi kerjaanmu lainnya yang cuma menulis kagak karuan, mana hasilnya dari setiap tulisanmu itu, jangan terlalu berkhayal dan membuat hidupmu sia-sia dengan melakukan hal yang tidak mendatangkan profit.”

2. ” Harusnya kamu bersaing dan bekerja di Perusahaan, lebih jelas arahnya, daripada menulis tidak jelas dan banyak membuang-buang waktu. Percuma sudah sarjana kalau tidak ada perubahan yang drastis dari hidupmu.”

Masih banyak lagi komentar pahit yang tidak bisa saya jelaskan..’Sensor’ karena lebih extrim dari yang sudah saya ungkapkan di atas. Namun pada hakikatnya hidup tidak saja bisa terukur dari kepuasan memeroleh dan memiliki materi di dunia ini, ada hal lain dan kepuasan tersendiri menjalani hidup yang tidak bisa dirasakan dari orang kaya yang katanya belum menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu ada di dalam hati, dan bilaman kita menjadi orang yang mampu menghasilkan banyak manfaat, sekalipun kita sendiri sebenarnya tengah kesulitan. Tuhan amat sangat menghargai jerihpayah dan kesungguhan dari semua hamba-NYA.

Suatu saat nanti, atas Izin-NYa, saya akan membagikan catatan kebahagiaan dalam karir saya sebagai penulis kepada mereka semua, yang sebelumnya berusaha melemahkan tekad saya. Saya yakin Tuhan punya rencana indah dan hanya Dia satu-satunya Dzat yang menempati segala janji.

Langga Gustanto, 06 Maret 2013

Iklan