Ini tidak biasa bagiku! Aku tidak percaya dan baru kali ini kau bilang aku tidak gentel. Seandainya saja kau bisa menelusuri setiap jejak rasa dan asa di dalam hatiku. Bukankah aku begitu mencintaimu, kurengguk melati-melati itu dan memberimu harumnya. Percayalah, aku tidak akan pernah melepasmu, karena aku terlanjur mencintaimu– dan cinta ini kian tumbuh subur dalam hati.

Pagi tadi, saat kudengar suaramu melalui telephone genggam, ada rindu yang tersisih, lalu pergi menghilang bersama rintik embun. Benarkah pertemuanmu dengan sahabatku kemarin sebuah pertanda rapuhnya sebongkah harapan yang selalu kubisikkan di telingamu. Andai di ujung lorong waktu itu aku bisa menyibak takdirku bersamamu, pastilah aku akan tetap berusaha meluluhkan hatimu yang sedemikian keras.

#Atas Nama Pertemuan. Cikarang, 17-11-2012

 

Terkadang sebuah persahabatan itu indah, tetapi waspadalah, bisa jadi seorang sahabat kita kelak menjadi musuh dalam selimut, sebab semua cerita hidup kita mereka pun tau dan pada akhirnya entah atas dasar apa disaat perselisihan terjadi, sudah pasti ia akan mengungkapkan semua aib-aib kita. Manusia pada dasarnya selalu mencari-cari kesalahan orang lain, dan ingin lebih unggul..

#Sebuah renungan yang teramat dalam

Iklan