++


Ada salah satu kenalan di Facebook, dia sempat bertanya lewat inbook :
‘Apakah menulis itu meyakinkan dalam arti menjadikannya sebagai cita-cita, apalagi untuk ukuran saya yang masih bergelut dengan pena dan buku, dan tak tau harus memulainya darimana. Kadang saya tak “PeDe” karena saya hanya berpendidikan setingkat MAN, bukan ukuran penulis yang sudah punya nama besar. Ada saran buat saya..?

Ketahuilah kawan. Setiap sesuatu yang kita yakini, toh pada intinya harus kita perjuangkan, jika ingin mendapat hasilnya sesuai dengan keinginan, apapun bidang yang kita geluti. Mau jadi pengusaha, Entertain, Komedian, Penulis, dan lain sebagainya. Kita sendiri yang akan sangat berperan dalam merubah itu semua. Jika ingin jadi pengusaha, ya harus berlatih bagaimana cara berdagang dan menawarkan barang agar para calon pembeli berminat, dan kalau ingin jadi penulis, tentu harus banyak berlatih, membaca, memiliki jam tetap menulis, juga sering mengikuti event perlombaan sebagai acuan kualitas karya yang kita tulis. Menulis tidak saja bisa dijadikan cita-cita, tapi Profesi–itu pun kita harus amat sangat disiplin menerapkan kepribadian sebagai penulis profesional. Jangan heran kalau para penulis sukses itu sebenarnya orang kaya raya–namun selalu ingin sederhana, dia tidak saja kaya secara materi, tetapi juga hati, jiwa dan pikiran.

Satu hal yang perlu kita garisbawahi dan sepakati, bahwa setiap sesuatu yang besar, mustahil tidak dimulai dari hal yang kecil, bahkan terkecil. Mereka yang sekarang sukses sebagai contoh di dalam dunia kepenulisan, yang saat ini memiliki nama besar, toh pasti dulunya berdarah-darah, bahkan mungkin ribuan kali gagal dalam mencoba. Mari kita kembali lagi menuju keyakinan tadi, bahwa segala sesuatunya harus diperjuangkan dengan gigih, Ikhtiar dan doa, maka hasilnya adalah keberhasilan. Menjadi seorang penulis tidak harus memiliki latarbelakang pendidikan tinggi, sama sekali tidak penting, kecuali jika kita ingin menulis karya ilmiah, sebab harus menggunakan teori, riset, analisa dan data. Jika dalam kepenulisan fiksi, seperti Novel, Cerpen, Puisi, dan karya fiksi sejenisnya, maka hanya butuh usaha dan doa. Banyak membaca buku-buku bestseller, diskusi, dan sering mengikuti event kepenulisan. Saya yakin, seiring waktu, tulisan kita akan menjadi lebih baik dan berkualitas, walau sebelumnya dicaci, dihina, dilecehkan, atau selalu gagal saat diikutkan perlombaan menulis.