Rasa yang Jahat


Bayangan yang tak seharusnya berkubang
Biar terhapus sendiri oleh yang tersayang
Tak ada keindahan di tahun-tahun mendatang
Tak ada langsiran bahwa aku tetap akan menjelang
Bahwa aku masih mampu bertahan
Tak ada yang mengerti betapa rusuh hati ini
Rusak tercabik-cabik
Tergores perih oleh dandanan kesenjangan
Adakah yang mau mengerti?
Aku masih ingin menjadi bayi
Digendong sana-sini
Bermain bahkan menertawakan hal-hal tabu
Menggelandangkan perasaan, ‘aku harus tumbuh’
Begitu lelahnya menjadi yang tak diinginkan
Mendengarkan, mengerti namun tidak sebaliknya
Terabaikan, tanpa nama, pamrih
Seperti itulah roda yang menderai-derai
Tak melintasi kebersamaan yang pernah terukir
Langsung saja membunuh rasa yang mengalir
Begitu jahat!