Menutup Mata Hati


Menutup mata,
Tak ada yang memperhatikan salah satu hati
Tak terlalu banyak yang tergerak
Siapapun tau ada banyak celah yang tertutup
Tak ada yang mencoba membuka
Tetap saja menggegarkan ketenangan
Jangankan melengkapi pertahanan
Entahlah, apa yang ku tulis apa yang tertulis
Dadaku tiba-tiba menghampar hebat
Tiba-tiba saja luka menyesakkan
Aku tak berbakti,
Tak ada yang tersepih,
Mesti pandangan putih yang rapih
Aku melihatnya, tapi tak utuh
Terus menambalnya, tetap tak utuh
Maka aku ingin pergi, terus berlari
Karena itu aku menyemai airmata
Terima kepekaan dalam belahan dunia
Sakit dan menyakitkan!