*Memory bersamamu


Sayang, maafkan diriku–jika selama ini aku hanya menambah kerumitan kisah perjalanan hidupmu. Sejujurnya mencintaimu adalah kebahagiaan yang tiada tara, dan aku kali ini telah melewatkan kesempatan tersebut dengan mengabaikanmu disepeninggalan rintik hujan bersama jejak pelanginya yang indah. Andai kau tahu, kepercayaanku terkikis oleh begitu besarnya rasa sakit yang bersarang di dalam dada–rasa sakit yang tidak dibuat-buat, dan ia melilit memoriku begitu erat disepanjang waktu. Sekarang aku mengerti, masa depan akan terasa berat jika kita masih berada dalam kepungan waktu di masa lampau, dan sebenarnya ketika itu–kau datang membuka mata hati serta pikiran jernihku, bahwasanya menyisakan senyum adalah hal terindah yang paling sederhana disaat kita percaya akhir kisah bahagia cinta itu pasti ada.

*Memory bersamamu
Langga Gustanto