*Penghujung malam yang sepi


Kali ini pada penghujung malam–aku kembali mengeja barisan sepi dengan mata telanjang dan lidah kelu. Segala kenangan berhamburan persis seperti istana pasir putih di pantai yang tercecer setelah tersapu derasnya ombak. Aku kembali merasakan kekosongan yang amat begitu dalam. Tuhan, jangan paksa aku untuk bersedih, sebab kegembiraan bertemu seorang pendamping hidup yang sebenar-benarnya di sana […]

*Memory bersamamu


Sayang, maafkan diriku–jika selama ini aku hanya menambah kerumitan kisah perjalanan hidupmu. Sejujurnya mencintaimu adalah kebahagiaan yang tiada tara, dan aku kali ini telah melewatkan kesempatan tersebut dengan mengabaikanmu disepeninggalan rintik hujan bersama jejak pelanginya yang indah. Andai kau tahu, kepercayaanku terkikis oleh begitu besarnya rasa sakit yang bersarang di dalam dada–rasa sakit yang tidak […]