#Saat rintik hujan berjatuhan


Bulan Desember merupakan momen di mana segala kenangan itu terkumpul pada satu titik ingatanku. Saat rintik hujan berjatuhan, saat itulah ia mencoba mengembalikan memori kehangatanku bersamamu. Keputus-asaanku nyaris memadamkan kobaran api rinduku. Sebab Kau telah jauh berada pada garis lingkaran cinta kita, dan mungkin saja, kini kau telah menemukan rasa bahagia yang kau cari dengan yang lain. 

Adalah cinta, cintaku padamu yang kususun rapi seperti rangkaian puzzle, cinta yang amat bening–yang pernah kupersembahkan padamu, dan saat kutahu kumampu merelakanmu, kemudian aku benar-benar kuat untuk melepas semua rasa yang sesungguhnya tak bersalah. Dari situlah aku mencicipi bahagiamu di sana, sekalipun kita telah lama berpisah. Sesungguhnya mencintaimu bukanlah keinginanku, sebagaimana perpisahan ini.

(Langga Gustanto, 22 Desember 2012)