Dulunya Pria, Transgender Ini Sukses Jadi Kontestan Miss Kecantikan


(c) dailymail.co.uk

Vemale.com – Sudah banyak kisah transgender yang menghiasi dunia. Kali ini Dani St. James menjadi salah satu yang akan menambah daftar kisah transgender tersebut. Jalan hidup yang kontroversial tak membuat sosok Dani terpuruk.

Dani St James adalah wanita cantik dengan paras klasik seperti Marilyn Monroe. Apalagi rambut blondenya yang keemasan membuat wajahnya terkesan klasik dan menawan. Namun, menjadi seorang wanita barulah 3 tahun terakhir ini ia lakukan.

Sebelumnya, Dani adalah seorang pria dan memutuskan menjadi seorang wanita di usia 18 tahun dengan menyuntikkan sel hormon wanita ke dalam tubuhnya. Saat ini ia sedang mengikuti kompetisi Miss Diamond Queen 2013, salah satu kontes kecantikan yang bergengsi yang merupakan kesuksesan terbesarnya saat ini. Ia bersaing dengan 11 kontestan lainnya. Acara ini akan diselenggarakan di London pada Sabtu waktu setempat.

Sebelum menjadi wanita bernama Dani, ia adalah seorang pria yang bernama Daniel. Sisi kewanitaannya ini sudah lama ia pendam seperti yang terjadi pada kebanyakan transgender lainnya. Namun untuk memutuskan menjadi transgender, baru beberapa tahun ini ia rasakan.

 

(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk

 

Ia mengatakan, “Bagiku transisi ini terjadi secara bertahap. Aku tumbuh dan suka bermain dengan mainan wanita. Aku juga menggunakan makeup di usia 11 tahun dan aku mengatakan bahwa diriku adalah gay saat sudah memiliki pacar di usia 12 tahun.”

Dani juga mengaku bahwa dirinya tak pernah berminat dengan olahraga atau hal-hal yang berbau lelaki. Ia bahkan pernah diundang ke ulang tahun teman prianya. Namun sepanjang hari mereka hanya main sepakbola. Sementara yang dilakukan Dani adalah bermain anjing temannya di dalam rumah.

“Selalu ada sisi lain dari diriku yang berbeda dari anak lelaki kebanyakan. Untungnya aku tak pernah merasa terjebak dalam tubuh ini karena keluargaku sangat menerimaku apa adanya. Aku diberi kebebasan untuk menjadi diriku sendiri,” ceritanya.

 

(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk

 

Saat usia 16 tahun ia meninggalkan sekolah dan menjadi makeup artist. Sejak saat itu, secara bertahap kosmetik dan makeup mempengaruhi kepribadiannya. Membuatnya mulai menggunakan makeup itu sendiri di wajahnya. Bahkan ia tak akan bisa pergi ke luar rumah tanpa menggunakan makeup.

Di usia 17 tahun, ia mulai memanjangkan rambut, menggunakan hair extension dan mulai menggunakan pakaian perempuan. “Meski aku menggunakan baju wanita dan makeup, aku tetap menyebut diri sebagai pria.”

Di usia 18 tahun, ia mulai memikirkan rencana untuk menjadi wanita. Dukungan dari keluarga membuatnya makin percaya diri dan membulatkan tekad. Dani mulai melakukan terapi hormon dan dari hari ke hari, kehidupannya mulai beranjak menjadi wanita sepenuhnya.

“Aku menyimpan foto diriku sendiri semasa menjadi pria di dalam dompet. Hal itu menjadi sebuah simbol perjalanan hidupku selama ini,” ujarnya.

Dengan perubahannya sejauh ini, ia mengaku bahagia dan puas. “Aku bersyukur dan bangga dengan diriku yang sekarang. Aku merasa beruntung karena aku mendapatkan kehidupan yang aku mau. Kalau aku meneruskan kehidupan sebagai pria, aku tak akan menjadi seperti sekarang dan akan menjadi gay.”

Tak ada manusia yang sempurna. Dani pun menyadari ia tak sempurna dengan kondisi transgendernya, namun baginya, hidup sebagaimana yang dia inginkan adalah kebahagiaan sesungguhnya.