Penjelasan Ilmiah Fenomena Ditindih Setan Saat Tidur


(c) shutterstock

Vemale.com – Ditindih setan atau makhluk halus adalah fenomena yang sering terjadi saat tidur. Dalam kondisi tersebut, seseorang terbangun dari tidur, pikirannya sadar tetapi seluruh badan tidak bisa digerakkan. Seolah ada beban berat di atas tubuh, napas sesak dan seperti tercekik. Belum lagi munculnya bayang-bayang hitam di atas tubuh. Sudah pasti, fenomena tindihan atau ditindih makhluk halus menjadi hal mistis.

Tetapi.. pengetahuan makin maju, ada penjelasan ilmiah apa itu ditindih setan, nama kerennya adalah sleep paralysis.

Penyebab Sleep Paralysis

Sebelum menjelaskan apa itu sleep paralysis, akan kami jelaskan 4 tahapan dalam tidur. Tidur tidak sekedar menutup mata, ada tingkat berlapis untuk memiliki kualitas tidur yang baik. Semua orang dalam kondisi normal akan melewati tahap ini:

  • Kondisi saat masih setengah sadar.
  • Kondisi mulai tertidur dalam.
  • Kondisi tidur yang lebih dalam.
  • Rapid eye movement (REM) dalam kondisi ini, mimpi terjadi.

Semua tahapan itu harus dilalui berurutan, sehingga ada koordinasi yang bagus antara kesadaran dan gerakan anggota tubuh.

Dalam kasus tindihan atau sleep paralysis, seseorang yang tidur dengan kondisi tubuh lelah membuat otak tidak merespon tidur dalam urutan yang benar. Biasanya dari tidur setengah sadar langsung menuju REM. Akibatnya, saat terbangun, pikiran sudah sadar, tetapi tubuh masih dalam kondisi tidur,. Hal itu membuat tubuh terasa seolah lumpuh tidak bisa digerakkan.

Sleep paralysis biasanya terjadi pada orang yang sedang dalam kondisi sangat capek, stres, banyak pikiran, punya lingkungan kerja buruk dan sebagainya. Tubuh yang setengah sadar saat mengalami sleep paralysis sering menimbulkan bayangan atau halusinasi makhluk menyeramkan, sehingga sleep paralysis sering dianggap sebagai kejadian mistis.

Cara Mengatasi Tindihan Atau Sleep Paralysis

Setiap orang bisa mengalami sleep paralysis, jika ini sampai terjadi pada Anda, ingatlah dua poin di bawah ini:

  1. Jangan panik. Saat Anda panik, Anda akan semakin sulit bernapas dan bergerak. Tarik napas panjang dan berdoa, karena semua akan baik baik saja.
  2. Setelah tenang, walaupun tubuh dalam kondisi tidak bisa digerakkan, Anda masih bisa menggerakkan jempol kaki. Gerakkan jempol kaki perlahan, maka sedikit demi sedikit, tubuh Anda bisa kembali digerakkan.
  3. Sebisa mungkin hindari posisi tidur terlentang, karena korban sleep paralysis biasanya dalam posisi terlentang. Pilih posisi tidur menghadap ke samping.

Apakah Anda pernah mengalami tindihan atau sleep paralysis?

(vem/yel)