Seasons to Remember – Summer in Seoul


Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?
Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu.

Entah sejak kapan ia menyadari jantungnya berdebar dua kali lebih cepat setiap kali ia bertemu pandang dengan Jung Tae-Woo atau bila laki-laki itu tersenyum kepadanya. Entah sejak kapan juga ia mulai suka mendengar Jung Tae-Woo bernyanyi. Matanya kini tidak bisa lepas dari sosok Jung Tae-Woo yang bernyanyi sambil memainkan piano.

Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati. ia akan bisa melihat potonga-potongan kejadian dalam hidupnya. seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya.

Kadang-kadang orang jenius memang sulit dibuat senang.

Lagi-lagi senyum itu. senyum yang bisa menghangatkan hati yang beku sekalipun.

Saat itu juga ia mengutuk hari ponsel diciptakan.

“Sederhana saja. Kenapa kau tidak mulai pacaran?”
-Park Hyun Shik kepada Jung Tae Wo

“Lagu Anda… Lagu Anda… bagus.”
-Sandy kepada Jung Tae Woo

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku.”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Aku? Hanya memberikan pose yang bagus untuk foto kita.”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Lagi pula, apa gunanya jadi artis kalau tidang ingin dikenal orang?”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Akan kupastikan kau tidak mendapat masalah.”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Sebentar lagi wajahmu akan terpampang jelas di tabloid. Apa lagi yang bisa disembunyikan? Seluruh Korea akan tahu kau kekasihku. Apakah aku tidak boleh makan malam dengan kekasihku sendiri?”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Bukankah ada kau yang menemaniku di sini?”
-Sandy kepada Jung Tae Woo

“Aku hanya ingin melihatmu gembira seperti sekarang, itu saja.”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Menurut perjanjian yang dulu, aku hanya akan menjadi pacarmu dalam foto. Jadi aku tidak bisa menikah denganmu.”
-Sandy kepada Jung Tae Woo

“Apakah aku harus berhenti menjadi penyanyi? Karena sepertinya aku menyukaimu.”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Selama beberapa waktu, aku sering memikirkanmu dan segala hal yang berhubungan denganmu. Tapi kemudian segalanya berubah perlahan-lahan, entah sejak akpan dan entah bagaimana, ada sesuatu yang lain yang menggantikan dirimu dalam pikiranku.”
-Sandy kepada Lee Jeong Su

“Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali pada orang yang sudah meninggalkanku.”
-Sandy kepada Lee Jeong Su

“Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kamu mau memberitahuku? Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu.”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Padahal kita baru bertemu kemarin, kenapa rasanya seoralh sudah lama sekali aku tidak melihatmu?”
-Jung Tae Woo kepada Sandy

“Kenapa aku bisa lupa wajahmu? Ingatanku memang buruk, aku tahu. Menurutmu aku harus bagaimana? Menurutku, aku harus melihatmu setiap hari supaya tidak lupa. Itu artinya kau harus selalu di sisiku, bersamaku. Bagaimana?”

“Dalam bisbol ada sembilan pemain. Kurang satu saja tidak bisa. Sembilan artinya lengkap. Kenapa aku menyimpan nomor Sandy di nomor sembilan? Itu karena kalau dia ada, aku baru merasa benar, merasa lengkap. Dia nomor sembilanku.”
-Jung Tae Woo kepada Park Hyun Shik