Cahaya Itu


Kamu?

Benarkah semua tidak membeku seperti kataku

Akupun ragu namun aku masih belum kaku

Dan dering yang kemarin itu bukanlah tabu

Tanyaku, benarkah bungaku belum layu?

Masih segar dan semerbak ayu

Menyelaraskan suasana dalam keheningan waktu subuh

Ah, sesenggukan rasanya,

Serasa menyibak hampa saja

Jelas belum tercampakkan

Jelas sekali belum bisa dibedakan

Antara kering hitam putih manyaput salju

Antara kering air yang tak berjerambah

Jujur saja! Ada satu titik bercahaya menjarah

Di jalan sunyi yang dulu aku tempati

Di peredaran malam yang dulu tersangkut perih

Cahaya itu… mata

Cahaya itu… gembira

Cahaya itu… sempurna

Karena cahaya itu, aku bahagia

Pastinya semakin dalam aku menatap

Terus menerus dadaku berada di puncak

Tak cukup bila tawa menghempas rasa

Dan berbagai bumbu terkecap dalam alunan indah

Ada yang tau itu?

Cahaya bagi setiap kalbu

Cahaya bagi insan syahdu

Cahaya bagi siapapun mengadu

Cahaya itu… bukan salju

Cahaya itu… bukan palsu

Karena bagiku, cahaya itu…. Cinta-Mu!