Tentang Cinta


 

Berbicara mengenai cinta, tentunya tidak akan lepas dari perbincangan tentang cinta monyet yang menghiasi dunia muda-mudi sekarang ini. Malah, tidak keterlaluan untuk dinyatakan, itulah perspektif masyarakat terhadap cinta. Sedangkan cinta sebeginilah yang sering mendorong pelakunya ke arah melakukan maksiat kepada Allah SWT. Pertanyaannya, Sekotor itukah cinta?

Cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dalam pengertian inilah merupakan perasaan mendasar dalam diri manusia dan merupakan sesuatu yang essensial. Apakah islam mengakui cinta?

Karena islam adalah agama yang fitrah, maka islam mengakui hal itu. Namun islam membagi berberapa tingkatan tentang cinta.

Cinta pada tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, rasulNya dan jihad dijalanNya.

Cinta pada tingkat menengah adalah cinta kepada keluarga, pasangan, dan saudara.

Adapun cinta yang paling rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan harta, keluarga, daripada cinta kepada Allah, rasu, dan jihad dijalanNya.

Hikmah dari cinta :

  1. Cinta adalah proses ujian yg keras dan pahit dalam kehidupan manusia. Apakah cinta itu dalam perjalanannya akan mengantarkannya kepada jalan yg mulia atau menghempaskannya kepada jalan yg hina
  2. Jika tidak ada cinta maka dunia ini tidak akan ada inovasi, pembangunan dan peradaban,
  3. Keberadaan cinta merupakan faktor keimanan maka akan menghasikjan berbagai hal yang mengagumkan. Dapat mengubah sejarah, menegakkan puncak kejayaan dan kemuliaan dunia. Sebagai contoh adalah kehiduoan generasi muslim pada masa dahulu.