Vs.


Ini tentang sebuah pertentangan yang tak pernah ada habisnya. Memang terlihat seperti biasa, namun ini bukan kebiasaan. Keterlaluan jika ini diingatkan, namun jika harus jujur, maka aku memang benar-benar membencinya. Gadis yang lahir pada tanggal 10 Pebruari itu.

Sebenarnya, aku tak pernah membencinya, tapi dia yg memulai…
maka segalanya berawal…

 

Semenjak hari jadi, dia, sama sekali tidak menyapaku. aku pun mulai bosan menegurnya dalam sapaku, ah buat apa pikirku. Hingga MOS, waktu MOS th. kemaren, dia menyapaku. Ah, aku teringat lagi tentang sakit ini. Dia di ajak keluarga sommat ke Sendang Biru, dan sakitnya aku, kenapa aku tidak di ajak? aku tergores, teriris, terpinggirkan. Ah, biarlah semua mulai damai. Hingga dari situlah aku berusaha menjadi dia. Sayangnya, aku lebih suka diriku sendiri.

Allah tau yg terbaik untukku,

Wian Dian…

Nama itu adalah luka bagiku, bagai nama virus yg mencemari segala waktu, aku membencinya…

Ya Rabb beri aku 1 kesempatan,

Untuk 1 hal itu,

Untuk 1 hidupku,

 

Aku yg tersakiti,,