Tanyaku,


Ash,

Entah mengapa perpisahan itu menjadi momok yang menakutkan bagiku. Kau tau, aku sangat takut untuk sendiri. Namun aku lebih takut lagi kehilangan sebagian hatiku yang melekat erat di hatimu.

Kau tau itu Ash? Mengertikah jika hati ini benar-benar hancur ketika Dia mencoba menyisihkan aku dari hatimu. Sadarkah bagaimana remuknya perasaanku ketika Dia mencoba membuang jauh-jauh diriku dari hidupmu.

Aku sakit Ash,, sungguh sulit sekali diri ini utnuk bernafas. Aku berharap, detak jantung akan berhenti seketika saat kau mengatakannya padamu. Secarik surat yang benar-benar membuatku mati.

Dengar Ash, kini aku meragukan setiap patah kata yang kau berikan padaku. Entah mengapa, namun ingatlah Ash, bahwa meski cinta ini hanya kau miliki, tapi aku tak bisa memastikan aku akan bertahan jika semua ini terjadi kembali.

Kumohon Ash, jangan ulangi kisah pahit ini. Aku lemah Ash. Kau tau itu. Ku mohon jangan coba meninggalkan hati yang seluruhnya milikmu. Karena suatu saat nanti, ketika hati ini benar-benar hancur, maka kau takkan pernah bisa mengembalikannya seperti semula. Dan ketika perasaanku mati padamu, jangan harap kau dapat menghidupkan kembali cinta ini untukmu.

Harapku, jangan pernah kau beri setitik harapan yang samar kepada Nya…. Sungguh, aku sangat membencinya. Tak urung jua, kau juga milikku. Takkan pernah ku relakan dirimu untuk orang lain termasuk Dia.