Puisi perpisahanku


Lembar baru terbuka

Tertulis kisah yang mungkin tiada makna

Sebuah cerita yang melaju tanpa arah

Melantunkan nada-nada tanpa sebuah rasa

Datang lalu hilang…

Batu karang dalam kenangan jadi sandungan saat kau datang

Pertemuan yang awalnya mendesah dalam raga

Tanpa irama dalam untaian kata

Jatuh dalam lubang yang tak pernah terbayangkan

Terbersit luka yang masih berdarah dalam keheningan

Tak mudah kami bangun dan kembali

Kami hanyalah seonggok duri

Yang berjalan menyusuri lorong-lorong hati

Tak mudah kami menyalahkan api

Kami tahu, angin menderu menghampiri

Tapi wajah keruh menyelami

Dan kami tahu, duri-duri mulai melukai

Lalu waktu memakan sebuah hati

Tik tik tik, detik demi detik mulai mengajari

Kami mulai menyeruhi hati kami

Ini sebuah kesalahan diri

Maaf, karena duru telah menusuk hati

Meniti memuai perih

Kami kan belajar mengerti

Menutup mata dan mencoba selalu percaya

Mengukir cita dalam tiap alunan ria

Waktu telah memakan semuanya

Kita sama-sama melangkah

Pergi dari masa kelam mendayung ke muara tujuan

Bertemu dan berpisah, itulah hidup sesungguhnya

Belajar dari waktu yang terbuang

Semua kan menjadi kesuksesan

Sebelum semua berjalan, biarkan maaf terhaturkan

Terima kasih terucapkan,

Perpisahan ini, untuk menggapai bintang

Iklan