“Jangan Menyiksa Diri Sendiri”


Teruntuk saudara-saudari ku..

 

Tahukah kamu, menyiksa diri sendiri tidak hanya memukul atau melompat dari ketinggian biar mati seketika, atau melukai tubuh dengan benda tajam, bahkan menabrakkan diri pada kendaraan yang melintas cepat dijalan raya. Tahukah kamu menyiksa diri sendiri tidaklah memberikan manfaat? Bahkan malah mempersulit hidup yang menambah penderitaan?

Menyiksa diri sendiri tidak hanya seperti diatas. STRES, pernahkah anda mengalaminya? Pernahkah anda merasa terbebani oleh satu masalah? Seberapa besar masalah yang anda hadapi. Ketahuilah, segala beban dan masalah yang kita hadapi sudah memiliki jalan penyelesaiannya, yang membedakan adalah cara penyelesaiannya dan resiko dari masalah itu sendiri.

Stres bukanlah pilihan yang tepat ketika seseorang menerima cobaan, apalagi prustasi dengan masalah hingga akhirnya kita terperangkap depresi. Stres bukanlah cara menanggung beban dan masalah, menyelesaikan masalah dengan segera itu lebih baik daripada membiarkan diri kita terbebani pikiran.

Apakah kita tidak sayang pada diri sendiri? Bila kita menyayangi diri sendiri, hilangkan rasa stress dipikiran, buanglah jauh-jauh pikiran-pikiran kotor yang meracuni pikiran kita, kasihanilah diri kita. Saya punya prinsip sendiri terhadap diri sendiri, saya lebih takut ketika saya tidak mampu menyayangi diri kita.

Mulailah, membuang rasa tak ada artinya dalam diri dan pikiran, coba pikirkan dengan baik, apa yang anda dapatkan ketika anda stress yang berlarut-larut? Bukankah itu hanya menyita waktu? Membuang energi memikirkan hal-hal yang belum tentu juga kita dipikirkan? Hidup didunia ini tidak berkali-kali, hidup kita hanya sekali, karena itu jangan sekali-kali merusak diri kita hanya karena masalah yang sebenarnya boleh kita hadapi.

Setiap masalah dalam hidup pasti ada jalan penyelesaiannya, bahkan sebenarnya masalah didunia hanyalah masalah keci yang diberikan Tuhan, namun manusialah yang terlalu membesar-besarkannya. Kita yang terlalu menganggap setiap masalah kita besar, padahal masih bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat. Lalu apakah kita membiarkannya, sementara orang lain terus maju, tumbuh dalam kehidupannya?

Apakah kita mau jadi orang yang tertinggal? Lebih lama kita membiarkan beban dalam pikira lebih lama pula kita tertinggal dari pemikiran maju, dan itu hanya akan membuat kita mati terdiam tanpa arti.

 

 

by: Hardiyanto Takula