It’s me.!


Akhina,

Terima kasih atas setiap persangkaan

Yang sangat baik padaku

 

Akhina,

Terima kasih atas setiap dukungan

Yang selalu terulur dari semangatmu

 

Kini, aku bimbang pada diriku sendiri

Sudahkah aku seperti yang akhina sangkakan

Aku malu, akhina

Menyadari bahwa aku tak seperti yang akhina fikirkan

 

Kadang terfikir, akankah akhina tetap menjadi sahabat

Saat tau sifatku yang sebenarnya

Sifat yang dalam kesendirian jauh lebih buruk

dari yang akhina sangkakan

 

Akankah akhina tetap berkenan

Saat tau bahwa hati ini tak tulus, kotor, dan sakit

Saat tau iman ini berlubang dan penuh tambalan

 

Ada yang mengatakan,

Dalam kesendirian kita mampu melejitkan diri jadi luar biasa

Tapi dalam kesendirian juga kita bisa hancur

Jatuh terbanting dan penuh luka

Jika tak ada yang menolongnya

 

Cukuplah,

Aku tak ingin berbohong lagi pada siapapun

termasuk padamu akhina

Sudah lama,

Jiwa ini sebenarnya tengah luka akut

Luka yang setiap waktu bisa mengeluarkan bau busuk

Yang saat menciumnya pun kau pasti sangat tidak suka

 

Sulit mengobatinya jika berada dalam kesendirian

Mungkin akhina bukan dokter atau tabib

Tapi, tiap persangkaan yang akhina berikan

Seringkali mengurangi rasa perihnya

Tiap semangat yang akhina ulurkan

Seringkali menyembuhkan infeksinya

 

Sungguh jika akhina masih berkenan

Aku ingin selalu bersama akhina

Agar ada yang membantu pengobatannya

Agar ada yang menemani penyembuhannya

 

Maafkan jika aku mengecewakan setiap persangkaan

Demi Allah yang menggenggam ruh dan jiwaku

Aku tak ingin luka ini terus menganga

Aku rindu pada kalian akhina…

 

~_~