FILOSOFI “PAKU”


‎” PAKU ”

Ia akan menusuk di satu titik. Kemudian titik lubang itu akan membekas ketika kita mencabutnya. Jika paku yang sama kita tancapkan lagi, maka ia bisa menjadi bengkok !
Jika hati ibarat papan. Maka sebuah paku laksana cinta. Ia bisa menusuk di satu tempat. Kemudian ketika paku tertancap di sebuah papan yang salah, maka kamu sering seenaknya mencabut kembali, bahkan berganti pula menusukkan paku di tempat papan yang lain.
Lubang tetaplah lubang ! Seberapapun kamu memperbaikinya.
Dan itu akan membekas hingga terkoyak, dan sulit melaburnya kembali.

( Antony Djayakirana )

Iklan