FILOSOFI 5 JARI , antara PECUNDANG dan PEMENANG


———————————————————-

> FILOSOFI 5 JARI..

Kekuatan dan Kelemahan 5 JARI :

1. Ada si gendut jempol yg selalu berkata baik & menyanjung.

2. Ada telunjuk yg suka menunjuk & memerintah.

3. Ada si jangkung jari tengah yg sombong, paling panjang & suka menghasut jari telunjuk.

4. Ada jari manis yg selalu menjadi teladan, baik & sabar sehingga diberi hadiah cincin.

5. Ada kelingking yg lemah & penurut.

Dengan perbedaan positif & negatif yg dimiliki masing2 jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (Menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan dll).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua ?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti

Kita memiliki segala perbedaan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, saling menunjuk, saling merusak…..

Semua perbedaan dari diri kita adalah suatu keindahan agar kita senantiasa rendah hati untuk menghargai orang lain. Tidak ada satupun pekerjaan yg dapat dikerjakan sendiri. Kelebihan kita adalah kekurangan orang lain. Kelebihan orang lain bisa juga merupakan kekurangan diri kita. Tidak ada yg lebih bodoh atau lebih pintar. Perihal bodoh atau pintar, itu adalah kerelatifan dalam bidang/talenta yg kita miliki agar kita bisa bersama menuju satu impian.

>> Sekarang, dengan 5 Jari Anda …
Apakah Anda ingin Jadi PECUNDANG ?
Ataukah PEMENANG ??

Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu punya program;
Pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang
mengerjakannya untuk Anda”;
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan
saya”;

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap
masalah;
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, “itu memang sulit,
tapi kemungkinan bisa”;
Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa,
tapi terlalu sulit”.

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia
berkata, “saya salah”;
Saat pecundang melakukan kesalahan, dia
berkata, “itu bukan salah saya”.

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, “Saya harus melakukan
sesuatu”;
Pecundang berkata, “Harus ada yang
dilakukan”.

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang (win-
win);
Pecundang percaya, mereka yang harus
menang dan orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras
dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak
dengan kata2 yang keras.

Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2
tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi
mengkompromikan nilai2.

Pemenang menganut filosofi empati,
“ Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda ”;

Pecundang menganut filosofi,
“ Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda ”.

Para Pemenang selalu berencana dan
mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan
untuk menang…!

RENUNGKAN !!