Renungan


Saya teringat sebuah tulisan di dinding rumah orang tua kami di masa kanak kanak dahulu,

“ Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli ”

ARTINYA :

“ Sepi ing pamrih rame ing gawe ”
Menanamkan pada kita bahwa bekeja keras itu tak perlu banyak pamrih. Pamrih boleh ada, asalkan sepi-sepi saja dan gawe-nya banyak. Jadi, kalau mau bantu orang, tidak perlu memikirkan pamrih. Meninggalkan kesan baik pada orang yang kita bantu itu harganya jauh lebih luar biasa daripada pamrih yang kita harapkan.

” Banter tan mbancangi, dhuwur tan ngungkuli ”
Memberi ajaran kita supaya “sakti” tapi tetap rendah hati. Kalau kita pinter ya jangan membuat orang lain merasa minder, Kalau sukses dan hebat, tetaplah bisa merakyat. Kalau jago jangan membuat kawan terlihat bodoh.

Karena nilai cita – cita luhur para pahlawan bangsa, akan selalu kita kenang dan teruskan sepanjang masa.

> Penulis sangat kagum, ketika di masa kecil Ibu seringkali cerita tentang beberapa pahlawan bangsa yang sangat hebat.
Seperti : Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol, Patimura, Sentot Alibasyah Prowirodirjo , Haji Oemar Said Hos Tjokroaminoto, dan masih banyak lagi.
Di daerah Rembang – Blora, Jawa Tengah kemarin saya terharu berada di tempat Pahlawan Wanita RA.Kartini di semayamkan.
Lalu saya berfikir ,

Apa yang sudah kita lakukan ( saat ini ) buat bangsa Indonesia ini ?

Iklan