Untuk sayangku


aku tak mengerti sebuah perjalanan hati, yang kadang ia ingin dimengerti dan suatu waktu ingin pergi. aku juga tak bisa memungkiri terkadang aku ingin memiliki hati yang terlampau sempurna. namun keyakinanku untuk itu sangatlah jauh. aku terlalu berharap. khayalku terlalu mendarat di surga yang tak tau di mana labuhan pemberhentiaannya. aku menangis, menepis rasa saat kau hilang entah ke mana.

sayang, pernahkah aku mengerti posisi hatimu saat kau rapuh? ku rasa tidak, aku terlalu  egois dan memikirkan apa yang tak ku ketahui. aku sadar kini aku benar-benar mencintai sesosok dirimu yang begitu jauh melampaui hatiku. kau merenggut hatiku secara paksa dan aku tak bisa berkutik karenanya.

mengapa begitu cepat perjalanan hidup ini. yang ku kira ini sangat lama tanpamu. aku menyayangimu semenjak aku merasakan kehangatan yang kau beri tiap waktu. kata-katamu, senyumanmu, pegangan tanganmu. itu kehangatan hati tersendiri untukku.

sayang, terima kasih kau bantu aku mandiri dengan menguji tiap-tiap kesabarangku yang dimana aku tak bisa melakukannya sendiri selama ini. harapanku bersandar pada tiap-tiap bait puisi dan ceritaku. ku harap kau selalu mau mendengarkan keluh kesahku yang menyedihkan ini sayang, karena harus ke mana lagi aku merayu dan lari jika tidaklah padamu.

sayang, dengarlah bisikan ku ini lewat tiupan angin dingin malam ini. aku ingin mencurahkan keinginanku padamu. semoga kau memberiku satu kepastian yang tak mungkin dapat ku ragukan lagi kehadirannya.

sayang,

deraian air mata sering ku teteskan melewati pipi ini yang di mana kau lah yang selalu mengusapnya tiap kali. terkadang aku berpikir tak berani menanggung resiko yang akan ku hadapi nantinya, jika terus bersamamu dan dalam kebahagiaan indah lainnya dengan cintamu.

Sayang,

di mana lagi aku temukan rasa ini jika tidak bersama kepingan-kepingan kasih sayangmu?

jawab aku sayang? di mana aku bisa mendapatkan belaian cinta dari sayap-sayapmu yang lusuh?

aku mencintaimu, ku lafalkan itu hingga nanti ajal menjemputku.

percayalah aku slalu untukmu,

tertanda,

Neng Izma Nyzz