Sedheng


Sebel sebel sebel….

Ah pengen ngapain aku sekarang?

Pengen tidur tapi gak nyenyak,

Pengen makan orang….

 

Sebuah hati menangis memandang raga tak bertuah

Tak pamrih menjelang keagungan malam nan indah

Menengadah melewati batas rasa dan usia

Aku menjelma menjadi sesosok anugrah yg kumuh

Tak berharga dan luruh

Aku selalu berterima kasih pada kalbu

Karena sampai kini aku masih bisa mengerti arti palsu

Seeng-sedeng-sedeng