Kisah kita berakhir Ash


Ash, mungkin kini aku bukanlah untukmu. Tapi ku harap kau tetaplah menjadi sosok Ash yang dulu. Kau kucintai apa adanya, namun maafkan aku jika kini hatiku bukanlah untukmu. Rasaku berubah. Teraniaya akan sikapmu yang tak pernah tegas padaku. Aku mencoba bersabar berkali-kali. Namun dirimu tetaplah menjadi sesosok dirimu yang terkadang tak tau arah ke mana kau akan melangkah. Begitupun aku yang mencintaimu, dulu.

Ingatlah sayang, bahagiakan dia…

Bukan aku yang seharusnya kau pertahankan untuk rasamu itu…

Karena sebenarnya di sini aku tlah menemukan sesosok kasih putih yang mungkin kelak akan membahagiakan aku. Aku menerima dia apa adanya. Tak pernah ku keluhkan meski terkadang aku terlalu jahat padanya.

“macan” itu panggilannya untukku. Tapi aku bahagia dia memanggilku seperti itu, karena ku yakini ia akan selalu mengingatku suatu saat nanti jika terjadi perpisahan tuk kesekian kalinya.

Kisah ku denganmu dan juga a’yun terjadi di sini. Antara aku, mas dan dian. Aku mencoba merelakan mas demi dian, namun maaf dia menolak. Dia memilihku, dan aku bahagia ketika itu. Namun tak semua kebahagiaan kan abadi. Aku luruh dalam perpecahan cinta 3 segi.

Dengar bisikanku Ash,

Tunggu kisahku yang berjudul, “Antara aku, bola dan RVP”