Fenomena Bisnis, Belajar Dari Buah Pepaya


Tuhan ciptakan kita manusia lengkap dengan fasilitas dan sumberdaya. Bukan itu saja fenomena alam adalah sumber pelajaran yang paling lengkap. Dalam menyikapi persaingan bisnis saat ini, kita bisa belajar dari fenomena alam disekitar kita yang kadang tidak terekam dan tidak dianggap penting.
Contoh: Mengenai siklus perkembangan suatu usaha. Bangun tidur lihat pohon pepaya di halaman rumah. Buah pepaya yang manis berasal dari seputik bunga yang makin lama berbentuk. Butuh waktu untuk menjadi besar, makin besar, memerah dan akhirnya siap untuk dipetik. Setelah dipetik, maka putik baru mempunyai kesempatan untuk membesar seperti pendahulunya.
Keluar rumah kita lihat anak kecil meniup balon. Bagaimana balon ditiup, membesar dan bila terus ditiup..DORR!! balon meledak karena daya elastisitas yang kalah dengan desakan udara. Lalu kita berjalan melewati ibu – ibu mencuci baju, banyak sekali busanya. Terlihat busa membuat ribuan gelembung (buble) yang membesar dan PUPS!! seketika lenyap.
Demikian juga fenomena bisnis yang terjadi hari ini. Kita bisa melihat siklus bisnis yang paling bertahan hingga bermunculan sesaat bagai gelembung busa. Sebuah siklus bisnis mempunyai momentum, ada waktunya. Sekarang tinggal kita cerdik memilih untuk menetapkan konsep usaha yang matang dan terencana. Biarlah seperti buah pepaya, dimulai dari langkah kecil, konsisten dan bila momentumnya tiba akan terasa lezat dan manisnya.